Profil mitra, Bapak Tumidi, Semangat peternak sapi yang bangkit bersama Kandang.in

By 15 February 2018Artikel

Senyum lebar dan tawa khas menyambut tim kandang.in ketika mengunjungi kandang koloni di desa salamrejo, Kec. Karangan, Trenggalek. Bapak Tumidi merupakan sosok yang sangat hangat dan bersemangat bahkan bisa dibilang sosok yang berapi-api. Apalagi jika diajak ngobrol mengenai sapi-sapi yang saat ini dia asuh. Mata yang berbinar-binar ketika menjelaskan tentang kondisi ternaknya menandakan beliau sangat passion sekali dalam dunia peternakan. Hal yang cukup lumrah karena beliau sudah memelihara sapi puluhan tahun, bahkan sejak dia umur belasan.

 

Dengan pengalaman yang sudah menahun, beliau memang sudah terkenal di kalangan masyarakat di desa salamrejo sebagai pawang sapi. Jika ada sapi yang lepas dan mengamuk, dia adalah orang pertama yang dipanggil untuk membantu menenangkan sapi. Ada yang bilang beliau punya jimat atau ajian. Namun menurut pandangan kami bukan itu. Bapak tumidi dengan pengalamannya memiliki pemahaman yang lebih terhadap sapi. Dia bisa mengetahui bagaimana keinginan sapi. Seakan-akan mampu untuk berbicara dengan sapi.

Memang dengan pengalamannya, beliau sangat gati (perhatian – red) terhadap sapi. Pada awal sapi datang, hampir tiap pagi setelah subuh, sapi ini dimandikan dan dipijat dengan air hangat oleh beliau. Menurut penuturan beliau, sapi yang baru datang dikirim dari pasar atau peternakan dengan truk perlu segera dipulihkan tenaganya. Salah satunya dengan melakukan pemijatan dibagian punggung dengan air hangat di pagi hari. Dengan itu, sapi akan rileks dan capek perjalanannya akan segera hilang. Sehingga nafsu makan bisa meningkat dan siap untuk digemukkan.

Pak Tumidi juga termasuk sangat baik dalam memperlakukan sapi. Sehingga hampir semua sapi jinak jika ditangani oleh beliau. “Sapi ini seperti anak Mas. Kadang ada yang baik penurut, kadang ada yang nakal dan galak. Cara menghadapinya berbeda-beda. Tapi saya lebih suka yang galak. Makannya rakus lebih cepat gemuk”, tutur-nya.

Cerita pengalaman Pak Tumidi dalam memelihara sapi tidak melulu menyenangkan. Beliau sempat putus asa dan tidak mau beternak sapi lebih dari 5 tahun, setelah usahanya bangkrut saat Indonesia digempur impor daging beberapa tahun yang lalu. “Saya punya sapi 3, saya rawat selama hampir 2 tahun dari kecil. Ketika mau dijual harganya tidak ada separuh-nya. Sungguh keterlaluan”, ujarnya berapi-api. “Ya wong cilik mas, dibuat mainan sama orang atas nggak bisa apa-apa.”, katanya perlahan dengan menerawang mengingat peristiwa itu.

Menurut dia, peristiwa itu banyak membuat rekan-rekan peternak seperjuangannya juga banyak yang bangkrut. Dia berharap untuk ke depan Pemerintah juga memperhatikan nasib peternak kecil sepertinya. Agar pengalaman pahit yang ia alami beberapa tahun yang lalu tidak terjadi lagi. Karena menurutnya dari peristiwa itu, anak-anaknya jadi ikutan trauma untuk menjadi peternak. Lebih memilih bekerja di kota Besar.

Apresiasi kepada investor dan kandang.in

Bapak Tumidi, awalnya tidak percaya ketika kami ajak untuk bergabung sebagai peternak koloni kandang.in di kandang yang dibangun oleh Investor kandang kandang.in. Menurut awalnya, tidak mungkin ada orang yang mau bantu permodalan untuk peternak seperti dia. “Niki kulo mboten usah nggade, tenanan mas?”, ujarnya awal dulu saat kami tawari kemitraan dengan kandang.in. (Ini saya nggak perlu menjaminkan apa-apa? Yang benar mas? – )

Lalu kami meyakinkan, masih banyak orang baik di Indonesia ini, Pak. Yang mau membantu peternak asalkan bapaknya amanah dan terus bisa mengurus ternaknya dengan baik. Kami mengedukasi bahwa dengan prinsip bagi hasil yang syariah, insyallah akan menjadi sistem ekonomi berbasis sosial yang bisa menjadi solusi untuk membantu permodalan peternak. “Insyallah mas, saya usahakan semaksimal mungkin. Semoga memang Allah memberikan jalan bagi kita semua. Niat kalian baik, semoga banyak peternak yang terbantu. Tapi harus tetap hati-hati dalam mencari peternak”, tutur beliau memberikan wejangan kepada kami.

Kami juga menjelaskan bahwa ketika bergabung sebagai mitra, bukan hanya diberi bantuan permodalan. Namun juga ada bantuan pakan konsentrat yang bisa digunakan untuk melengkapi nutrisi. Sehingga peternak tidak perlu bekerja dengan sangat keras untuk merumput. Walaupun memang masih memerlukan pencarian rumput, namun jumlahnya hanya sebagai makanan sela. Serta, kandang.in akan membantu menjualkan sapi yang siap panen kepada jagal atau end customer kandang.in sehingga harga yang diberikan bisa lebih adil bagi mereka.

Ketika menutup pembicaraan sore itu, beliau menitip pesan kepada para investor. “Sampeyan omongne mas, aku matur suwun wes diwenehi amanah. Insyallah tak jaga. Aku saiki iso ngingu sapi maneh. Umpomo enek kurange nyuwun sepuro”. (Tolong disampaikan ke investor, Aku sangat berterimakasih diberi amanah. Insyallah akan saya jaga terus kepercayaannya. Jika ada kekurangan dalam aku memelihara Sapi-sapi Anda. Mohon maaf yang sebesar-besarnya)

Kandang Koloni Kandang.in
Salamrejo, Trenggalek

Testimoni Bapak Tumidi, mitra peternak Kandang.in

Panelis

Author Panelis

More posts by Panelis

Leave a Reply