Pemuda muslim milenials awam investasi, sebuah kondisi yang memprihatinkan!

By | Artikel | No Comments

Investasi

Saat ini hampir 30% remaja milenialls memasuki masa usia produktif. Diperkirakan pada tahun 2020, lebih dari 60% warga indonesia akan diisi oleh usia produktif. Namun ada kondisi yang sedikit menarik perhatian kami dari hasil survey yang kami lakukan pada cluster pemuda/pemudi milenials terutama muslim. Hasil temuan dari survey yang kami lakukan  pada pemuda muslim di rentang usia 20 – 30 tahun di beberapa kota besar. Menunjukkan bahwa hampir 60% dari pemuda/pemudi muslim belum pernah mencoba instrumen investasi.

Sebuah kondisi yang bisa dikatakan kurang baik, jika tidak mau dikatakan buruk. Jika dibandingkan dengan hasil survey kami terhadap pemuda milenials non-muslim yang menunjukkan nilai hampir 60% sudah mencoba melakukan investasi. Bahkan 40% sudah mencoba berbagai macam investasi seperti saham, reksadana, pembelian emas, properti dan lain sebagainya. Nilai tersebut akan jauh lebih timpang jika dibandingkan dengan pemuda milenials di kawasan Asia Tenggara. Tingkat kepahaman investasi pemuda indonesia tertinggal dari negara tetangga kita seperti Singapura, Malaysia dan Thailand.

Dari survey yang kami lakukan, ternyata pemuda milenials muslim ini kebanyakan hanya menyimpan sisa pengeluaran dari pendapatan bulanan pada tabungan bank. Padahal jika kita tahu, nominal uang yang kita simpan di Bank sebagai tabungan sangat sulit bersaing dengan laju inflasi. Kemudian dari data tersebut juga menampilkan info bahwa ternyata 40% pemuda muslim dapat menyisihkan 40% dari pendapatannya untuk ditabung. Sebuah potensi yang cukup besar sebenarnya jika mereka dapat mengelola finansial mereka dengan lebih baik.

Memang setelah diteliti lebih lanjut, dari 60% pemuda yang kami survey tersebut memberikan alasan salah satu yang terbesar adalah mereka takut untuk melakukan investasi karena unsur-unsur ketidak pastian yang dilarang oleh ajaran agama Islam. Serta pemahaman terhadap syariat islam yang mulai meningkat dan masif pada pemuda-pemuda milenials yang akhirnya mereka berhati-hati dalam melakukan investasi. Terutama pada investasi yang menurut mereka mengandung unsur riba. 45% mengatakan bahwa mereka hanya ingin berinvestasi pada instrumen non-ribawi.

Padahal seharusnya pemahaman tersebut harusnya tidak menghalangi kita untuk mencoba mencermati instrumen investasi yang tersedia. Karena pada saat ini telah tersedia beberapa instrumen investasi yang patuh terhadap syariah. Berbagai macam instrumen investasi tersebut menawarkan berbagai keuntungan bagi kita agar nominal uang pendapatan kita bisa bertahan diatas tingkat inflasi. Investasi tersebut bermacam-macam mulai dari investasi jangka pendek, menengah maupun jangka panjang. Serta, ada investasi yang menjanjikan high profit yang tentunya diiringi dengan high risk. Ataupun investasi yang rendah resiko dengan nilai keuntungan yang masih menarik untuk dicermati.

Dengan mempelajari tentang berbagai instrumen investasi dan hukum muamalah dasar untuk menjamin kesesuaian pilihan investasi yang kita pilih dengan syariah. Maka akan dapat memberikan kita pemahaman yang lebih luas tentang instrumen investasi. Yang akhirnya akan membantu kita untuk mengelola finansial kita menjadi lebih baik lagi. Sehingga akan dapat meningkatkan pendapatan kita yang insyallah secara otomatis akan meningkatkan nilai zakat, infaq dan shodaqoh kita yang akan memberikan manfaat kepada umat yang membutuhkan. Sehingga secara tidak langsung dengan kita paham dan melakukan investasi yang baik, akan memperkokoh ekonomi islam.

Selain itu, perlu dilakukan edukasi yang lebih baik kepada pemuda muslim melalui kajian-kajian pengelolaan finansial secara islami. Untuk dapat memberikan wawasan kepada pemuda muslim, terkait bagaimana cara pengelolaan keuangan yang baik. Serta mencermati bahkan mengajari untuk memilih instrumen investasi yang sesuai syariah.

Serta, perlu disediakan lebih banyak pilihan instrumen investasi syariah yang dikelola dengan profesional. Yang dapat memberikan keuntungan, taat azas syariah, transparan serta amanah. Sehingga pemuda-pemudi milenials ini nantinya dapat memiliki berbagai macam opsi investasi syariah. Sehingga dapat meningkatkan jumlah pemuda muslim yang paham akan investasi dan mau menginvestasikan pendapatan mereka instrumen investasi yang menarik.

Semoga kita dapat menerapkan sistem ekonomi berbasis syariah untuk bisa memberikan solusi bagi Indonesia.

Salam,

Kandang.in

 

Profil mitra, Bapak Tumidi, Semangat peternak sapi yang bangkit bersama Kandang.in

By | Artikel | No Comments

Senyum lebar dan tawa khas menyambut tim kandang.in ketika mengunjungi kandang koloni di desa salamrejo, Kec. Karangan, Trenggalek. Bapak Tumidi merupakan sosok yang sangat hangat dan bersemangat bahkan bisa dibilang sosok yang berapi-api. Apalagi jika diajak ngobrol mengenai sapi-sapi yang saat ini dia asuh. Mata yang berbinar-binar ketika menjelaskan tentang kondisi ternaknya menandakan beliau sangat passion sekali dalam dunia peternakan. Hal yang cukup lumrah karena beliau sudah memelihara sapi puluhan tahun, bahkan sejak dia umur belasan.

 

Dengan pengalaman yang sudah menahun, beliau memang sudah terkenal di kalangan masyarakat di desa salamrejo sebagai pawang sapi. Jika ada sapi yang lepas dan mengamuk, dia adalah orang pertama yang dipanggil untuk membantu menenangkan sapi. Ada yang bilang beliau punya jimat atau ajian. Namun menurut pandangan kami bukan itu. Bapak tumidi dengan pengalamannya memiliki pemahaman yang lebih terhadap sapi. Dia bisa mengetahui bagaimana keinginan sapi. Seakan-akan mampu untuk berbicara dengan sapi.

Memang dengan pengalamannya, beliau sangat gati (perhatian – red) terhadap sapi. Pada awal sapi datang, hampir tiap pagi setelah subuh, sapi ini dimandikan dan dipijat dengan air hangat oleh beliau. Menurut penuturan beliau, sapi yang baru datang dikirim dari pasar atau peternakan dengan truk perlu segera dipulihkan tenaganya. Salah satunya dengan melakukan pemijatan dibagian punggung dengan air hangat di pagi hari. Dengan itu, sapi akan rileks dan capek perjalanannya akan segera hilang. Sehingga nafsu makan bisa meningkat dan siap untuk digemukkan.

Pak Tumidi juga termasuk sangat baik dalam memperlakukan sapi. Sehingga hampir semua sapi jinak jika ditangani oleh beliau. “Sapi ini seperti anak Mas. Kadang ada yang baik penurut, kadang ada yang nakal dan galak. Cara menghadapinya berbeda-beda. Tapi saya lebih suka yang galak. Makannya rakus lebih cepat gemuk”, tutur-nya.

Cerita pengalaman Pak Tumidi dalam memelihara sapi tidak melulu menyenangkan. Beliau sempat putus asa dan tidak mau beternak sapi lebih dari 5 tahun, setelah usahanya bangkrut saat Indonesia digempur impor daging beberapa tahun yang lalu. “Saya punya sapi 3, saya rawat selama hampir 2 tahun dari kecil. Ketika mau dijual harganya tidak ada separuh-nya. Sungguh keterlaluan”, ujarnya berapi-api. “Ya wong cilik mas, dibuat mainan sama orang atas nggak bisa apa-apa.”, katanya perlahan dengan menerawang mengingat peristiwa itu.

Menurut dia, peristiwa itu banyak membuat rekan-rekan peternak seperjuangannya juga banyak yang bangkrut. Dia berharap untuk ke depan Pemerintah juga memperhatikan nasib peternak kecil sepertinya. Agar pengalaman pahit yang ia alami beberapa tahun yang lalu tidak terjadi lagi. Karena menurutnya dari peristiwa itu, anak-anaknya jadi ikutan trauma untuk menjadi peternak. Lebih memilih bekerja di kota Besar.

Apresiasi kepada investor dan kandang.in

Bapak Tumidi, awalnya tidak percaya ketika kami ajak untuk bergabung sebagai peternak koloni kandang.in di kandang yang dibangun oleh Investor kandang kandang.in. Menurut awalnya, tidak mungkin ada orang yang mau bantu permodalan untuk peternak seperti dia. “Niki kulo mboten usah nggade, tenanan mas?”, ujarnya awal dulu saat kami tawari kemitraan dengan kandang.in. (Ini saya nggak perlu menjaminkan apa-apa? Yang benar mas? – )

Lalu kami meyakinkan, masih banyak orang baik di Indonesia ini, Pak. Yang mau membantu peternak asalkan bapaknya amanah dan terus bisa mengurus ternaknya dengan baik. Kami mengedukasi bahwa dengan prinsip bagi hasil yang syariah, insyallah akan menjadi sistem ekonomi berbasis sosial yang bisa menjadi solusi untuk membantu permodalan peternak. “Insyallah mas, saya usahakan semaksimal mungkin. Semoga memang Allah memberikan jalan bagi kita semua. Niat kalian baik, semoga banyak peternak yang terbantu. Tapi harus tetap hati-hati dalam mencari peternak”, tutur beliau memberikan wejangan kepada kami.

Kami juga menjelaskan bahwa ketika bergabung sebagai mitra, bukan hanya diberi bantuan permodalan. Namun juga ada bantuan pakan konsentrat yang bisa digunakan untuk melengkapi nutrisi. Sehingga peternak tidak perlu bekerja dengan sangat keras untuk merumput. Walaupun memang masih memerlukan pencarian rumput, namun jumlahnya hanya sebagai makanan sela. Serta, kandang.in akan membantu menjualkan sapi yang siap panen kepada jagal atau end customer kandang.in sehingga harga yang diberikan bisa lebih adil bagi mereka.

Ketika menutup pembicaraan sore itu, beliau menitip pesan kepada para investor. “Sampeyan omongne mas, aku matur suwun wes diwenehi amanah. Insyallah tak jaga. Aku saiki iso ngingu sapi maneh. Umpomo enek kurange nyuwun sepuro”. (Tolong disampaikan ke investor, Aku sangat berterimakasih diberi amanah. Insyallah akan saya jaga terus kepercayaannya. Jika ada kekurangan dalam aku memelihara Sapi-sapi Anda. Mohon maaf yang sebesar-besarnya)

Kandang Koloni Kandang.in
Salamrejo, Trenggalek

Testimoni Bapak Tumidi, mitra peternak Kandang.in

Kandang.in, Startup Platform Investasi Syariah di Sektor Peternakan

By | Artikel | No Comments

Kandang.in adalah sebuah startup yang bergerak di bidang teknologi finansial. Kandang.in membuka layanan platform investasi syariah di sektor peternakan. Fitur utama Kandang.in adalah untuk menghubungkan antara investor di kota besar di Indonesia dengan peternak-peternak skala kecil dan menengah di daerah.

Fokus Kandang.in adalah ingin membantu peternak di daerah untuk bisa mengembangkan usaha dengan memberikan akses permodalan dengan prinsip syariah. Dengan menggunakan pendekatan syariah diharapkan peternak akan dapat terbantu. Kami juga berupaya untuk me-leverage bisnis peternak skala kecil dan menengah dengan membantu mereka untuk terintegrasi dengan elemen-elemen pendukung industri. Seperti, penyedia bibit, pemasok pakan, akses ke dokter hewan, permodalan syariah, serta membantu menjual hasil panen mereka ke end customer.  Sehingga kami berharap keberadaan Kandang.in bisa menjadi solusi bagi permasalahan peternakan di Indonesia.

Selain itu, Kandang.in juga ingin berperan untuk menyediakan opsi investasi berbasis syariah kepada masyarakat. Saat ini, masyarakat muslim Indonesia dihadapkan dengan kondisi yang sulit. Read More

Ini Adalah Cerita Kami

By | Artikel | No Comments

Mimpi yang terus memotivasi kami adalah menciptakan lapangan pekerjaan yang luas dan menyediakan investasi yang baik dengan cara terbaik. Kandang.in dibangun dengan semangat untuk menciptakan solusi dan memperluas kebermanfaatan investasi di sektor peternakan.

Peternak adalah sekelompok pahlawan yang terpinggirkan

Pemasok utama kebutuhan daging nasional adalah peternak dengan skala rumah tangga. Sekitar 98% kebutuhan daging sapi nasional dipenuhi oleh peternak-peternak skala kecil ini. Sisanya sekitar 2% dipenuhi oleh badan usaha, pedagang dan lain-lain. Namun jumlah peternak ini mengalami penurunan sebesar 30% sejak tahun 2003 – 2015. Masalah permodalan menjadi faktor utama penyebab banyaknya peternak yang gagal melanjutkan usahanya. Sebagian besar peternak memulai usaha dengan menggunakan pemodalan dari pinjaman Bank, koperasi, dan lembaga pinjaman lain. Pinjaman tersebut umumnya memiliki suku bunga yang cukup tinggi, sehingga memberatkan peternak. Hasil penjualan hewan ternak sebagian besar hanya cukup untuk mengembalikan pinjaman dan bunga, dan hanya sebagian kecil keuntungan yang mereka dapatkan. Oleh karena itu, umumnya peternak rumah tangga ini masih harus bekeja sampingan menjadi tenaga informal untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Selain itu sistem distributsi rantai pasok di peternakan yang berjenjang yang menyebabkan peternak tidak dapat memperoleh harga jual yang tinggi. Sehingga usaha yang mereka lakukan tidak sebanding dengan hasil yang diperoleh. Peternak selalu menjadi pihak dengan posisi tawar yang rendah. Diferensiasi keuntungan penjual perantara (makelar/blantik) lebih tinggi dibanding keuntungan yang diperoleh peternak. Kondisi ini semakin membuat banyaknya peternak rumah tangga yang memutuskan untuk menghentikan usaha di bidang peternakan. Sebuah kondisi yang ironis jika melihat peran mereka yang cukup sentral dalam memenuhi kebutuhan nasional akan daging sapi. Saatnya kita membantu mereka!

Defisit kebutuhan nasional semakin besar

Kebutuhan nasional akan daging sapi terus menerus meningkat dari tahun ke tahun. Dengan jumlah defisit daging sapi yang besar, pada tahun 2015 defisit kebutuhan daging sapi adalah sekitar 36,4% (237,88 Ribu Ton). Defisit kebutuhan daging sapi nasional ini akan semakin meningkat pada tahun-tahun mendatang dengan melihat trend jumlah peternak yang menurun dari tahun ke tahun. Untuk memenuhi defisit ini pemerintah harus melakukan impor. Padahal dengan potensi SDA dan SDM yang kita miliki, kita bisa untuk mengejar defisit tersebut untuk dapat menuju Indonesia swasembada daging sapi. Mari kita menjadi bagian solusi untuk permasalahan yang terus terjadi secara kronis dari tahun ke tahun. Jika bukan kita yang bergerak, siapa lagi?

Skema investasi yang baik untuk semua

Walaupun peternakan memiliki permasalahan-permasalahan yang harus diseleseikan, namun dari sisi investasi sektor peternakan merupakan investasi yang patut untuk dipertimbangkan. Dengan cara dan strategi berternak yang baik, investasi di sektor peternakan termasuk investasi yang menguntungkan, rendah resiko serta fluid. Model peternakan sapi intensif merupakan cara yang tepat untuk diterapkan di Indonesia. Terutama di daerah-daerah pinggiran perkotaan. Karena masih banyak ditemukan pakan-pakan dan limbah-limbah pertanian yang dapat diperoleh dengan mudah dan murah. Hal ini membuat biaya pakan bisa ditekan dan dapat meningkatkan margin keuntungan. Karena biaya pakan adalah satu biaya yang paling besar yang dikeluarkan untuk biaya peternakan sapi.

Kami ingin membangun sebuah platform investasi yang sustainable dan saling menguntungkan. Sehingga dapat memberikan keuntungan bagi investor maupun peternak. Sistem bagi hasil dengan skema syariah merupakan skema yang adil bagi kedua belah pihak. Jika keuntungan dari hasil penjualan tinggi maka bagi hasil yang diperoleh pun akan semakin tinggi. Sedangkan jika terdapat resiko-resiko yang ditimbulkan dari peternakan yang dilakukan. Kedua belah pihak akan menanggung resiko itu bersama. Sebuah skema yang tidak memberatkan salah satu pihak. Diharapkan dengan skema ini maka peternak akan lebih termotivasi dalam merawat ternak untuk dapat menghasilkan nilai bagi hasil yang lebih tinggi.

Skema tersebut menjadi peluang besar untuk Anda berinvestasi dengan basis syariah.