Kenapa sih kita harus melakukan investasi?

By 13 September 2018Artikel

Pertanyaan ini sering terlontar dari beberapa rekan-rekan ketika tim kandang.in memperkenalkan platform ini. Ternyata memang literasi tentang investasi ini masih rendah di berbagai kalangan. Bahkan di rekan-rekan yang memiliki jenjang pendidikan tinggi. Banyak dari kita yang masih belum begitu ngeh, dengan investasi-investasi ini. 

Sebenarnya hal ini merupakan hal yang wajar. Karena pengenalan terkait kecakapan finansial ini jarang sekali disosialikasikan kepada generasi kita. Padahal di negara-negara lain, kecapakan finansial ini sudah selayaknya sebuah bidang studi wajib yang diperkenalkan sejak usia sekolah. Bahkan Robert T Kiyosaki, dalam bukunya mengatakan seharusnya kita mengajari anak-anak kita tentang konsep kecakapan finansial ini lebih dahulu daripada science. Karena kecakapan finansial ini nantinya salah satu keterampilan yang akan menjadi dasar bagi tiap individu untuk mencapai kemandirian finansial ketika dewasa.

Kali ini tim kandang.in akan mencoba memaparkan alasan-alasan kenapa kita seharusnya melakukan investasi dan memperkenalkan konsep investasi ini pada generasi muda,

  • Nilai uang kita terus turun karena Inflasi

Pernahkah kalian sadari bahwa ternyata “nilai” dari uang yang kita simpan itu berkurang dari waktu ke waktu. Jika kita ingat mungkin 5-10 tahun yang lalu kita bisa membeli barang yang sama dengan harga yang lebih murah dibanding dengan saat ini. Fenomena tersebut salah satunya disebabkan oleh adanya inflasi. Inflasi adalah penurunan nilai mata uang  terhadap harga barang dan jasa di suatu negara. Nilai inflasi ini menunjukkan tingkat penurunan nilai uang kita terhadap barang dan jasa dari satu rentang waktu.

Lalu berapa nilai penurunan ini di Indonesia? Menurut data BPS sepanjang 2017, nilai inflasi Indonesia mencapai 3.61 per tahun. Jadi nilai uang yang kita simpan akan berkurang nilainya sebesar 3.61 % tiap tahun. Padahal jika kita “hanya” menyimpan uang kita pada tabungan Bank, bunga yang diberikan saat ini di angka 1 – 2 % per tahun. Artinya jika kita hanya menyimpan dalam bentuk simpanan tabungan, nilai uang kita akan terus turun. Belum lagi adanya potongan administrasi dari pihak Bank.

Demi upaya menjaga agar nilai uang kita minimal tetap dari tahun ke tahun, kita perlu untuk melakukan investasi terhadap kekayaan kita. Dengan investasi yang tepat, kita bisa menjaga uang kita diatas nilai inflasi nasional. Kita bisa memilih untuk melakukan investasi yang low risk dan low return yang penting presentase ROI – Return On Investement diatas nilai inflasi. Atau kita bisa memilih untuk berinvestasi pada instrumen investasi yang memiliki nilai ROI yang lebih menguntungkan. Sehingga nilai uang kita akan jauh meningkat di masa yang akan datang. Silahkan memilih strategi investasi anda dengan bijak.

  • Investasi sebagai aset di masa depan

Jika saat kita kecil, kita seringkali mendengar pameo, “Hemat pangkal kaya” atau “Menabung untuk Masa depan”. Sebenarnya hal tersebut bukan hal yang salah untuk memperkenalkan konsep menabung daripada menghamburkan uang. Namun ketika kita sudah memasuki usia produktif, agaknya konsep seperti itu perlu kita revisi. Seperti telah dibahas pada poin pertama, ternyata dengan menabung saja tidak mampu untuk menjaga nilai uang kita dibanding inflasi. Apalagi kita gunakan tabungan sebagai instrumen simpanan masa depan.

Lalu bagaimana? 

Investasi yang tepat sebenarnya merupakan salah satu cara kita untuk menabung untuk aset di masa depan. Kita perlu mengalokasikan sebagian pendapatan kita ke investasi. Salah satu pakar ekonomi mengatakan bahwa porsi Investasi dari pendapatan kita adalah 10-20 % dari pendapatan kita. Dengan istiqomah melakukan investasi, maka nilai 10 – 20% dari pendapatan tersebut akan terakumulasi dan terus bertumbuh. Dalam istilah ekonomi dikenal dengan compunding effects. 

Ilustasi dari compunding effects, jika kita investasi pada instrumen investasi sebesar Rp 1.000.000 dengan nilai ROI sekitar 5 % per tahun. Maka di tahun kedua kita akan mendapatkan Rp 1.050.000. Jika kita terus menginvestasikan pada instrumen yang sama. Maka nilai investasi kita di tahun ketiga menjadi Rp 1.102.500. Begitu seterusnya sehingga nilai uang kita akan terus bertambah dari tahun ke tahun. Dan pada tahun kesepuluh nilai uang anda menjadi, Rp 1.551.328.

Nilai uang tersebut akan berada diatas nilai inflasi jika tidak terjadi kenaikan inflasi yang jauh diluar kewajaran. Sehingga nilai kekayaan anda akan bertambah dari waktu ke waktu. Oleh karena itu, jika kita istiqomah dalam melakukan investasi pada instrumen yang tepat dengan menyisihkan sebagian pendapatan kita. Insyallah akan dapat menjadi tabungan kita di masa yang akan datang.

  • Investasi sebagai upaya mendapatkan passive income 

Sebagai seorang pekerja yang memiliki pendapatan bulanan. Biasanya kita sangat menginginkan untuk memiliki penghasilan tambahan diluar gaji bulanan. Banyak dari kita yang melakukan usaha-usaha sampingan demi untuk mendapatkan pemasukan tambahan. Namun, bagi pekerja yang sibuk, terkadang hal tersebut tidak mungkin dilakukan. Karena tenaga dan pikiran yang sudah tersedot penuh pada pekerjaan sehari-hari. Untuk tipe pekerja semacam ini, sebenarnya dengan investasi yang tepat mereka bisa mendapatkan penghasilan tambahan.

Investasi semacam ini dapat menjadi passive income atau pendapatan pasif. Karena dengan tidak melakukan usaha, kita bisa mendapatkan keuntungan dari investasi yang dilakukan. Sehingga nilai pendapatan kita bertambah. Biasanya bagi orang yang ingin menjadikan investasi sebagai passive income. Mereka memilih investasi dengan nilai ROI yang lebih tinggi dengan tingkat resiko yang terukur. Karena dengan nilai ROI yang baik maka jumlah passive income-nya akan lebih terasa.

  • Investasi pada industri dan perekonomian dalam negeri adalah pondasi ekonomi nasional

Akhir-akhir ini kita mendengar isu bahwa nilai mata uang kita merosot tajam di banding dengan mata uang dollar amerika. Banyak dari pakar ekonomi mengatakan bahwa hal tersebut terjadi karena pondasi ekonomi kita kurang kuat.

Kenapa kurang kuat? 

Salah satunya karena nilai investasi asing yang mendominasi perusahaan dan industri dalam negeri. Sedangkan nilai investasi yang kita lakukan  untuk industri dan ekonomi dalam negeri masih sangat minim. Jika investasi dilakukan oleh orang asing ke Indonesia jauh lebih dominan dibanding investasi yang dilakukan masyarakat dalam negeri, maka kondisi kita akan rawan saat ada stimulus ekonomi dari luar negeri. Hal ini dikarenakan investor luar negeri tidak memiliki loyalitas terhadap kondisi dalam negeri suatu negara. Mereka bisa dengan mudah untuk memindahkan nilai investasi mereka ke luar negeri yang menjanjikan keuntungan lebih. Sehingga terjadilah kejadian seperti yang saat ini terjadi nilai tukar uang kita melemah dibanding dengan Amerika yang sedang menawarkan keuntungan lebih bagi para investor.

Bayangkan jika, nilai investasi dalam negeri bisa dominan terhadap perusahaan dan ekonomi dalam negeri. Maka kita akan jauh lebih kuat ketika ada stimulus dari luar negeri. Karena kita pastinya akan memiliki loyalitas dan keinginan untuk menjaga iklim ekonomi dalam negeri tetap berada dalam kondisi baik. Sehingga nilai mata uang dan investasi dalam negeri tetap dalam kondisi yang stabil.

Ditambah lagi dengan melakukan investasi pada perusahaan dan industri dalam negeri dampak yang ditimbulkan kepada perekonomian nasional sangat besar. Salah satunya adalah penciptaan lapangan pekerjaan yang luas di masyarakat. Serta menggerakkan ekonomi dalam negeri.

Terkait hal tersebut, salah seorang petinggi Bank Indonesia menyatakan bahwa sebenarnya dengan konsep ekonomi syariah yang sangat mendukung adanya investasi antar masyarakat untuk menciptakan peluang usaha merupakan salah satu cara yang baik untuk meningkatkan pondasi ekonomi nasional tersebut. Usaha-usaha skala kecil dan menengah yang dilakukan secara bersama-sama dengan sistem bagi hasil akan jauh lebih sustain dalam kondisi perang dagang antar negara seperti pada saat ini. Karena stimulus ekonomi yang besar, adalah aktivitas ekonomi yang terjadi di dalam negeri. Antar masyarakat Indonesia.

Beberapa poin diatas adalah alasan-alasan utama kenapa sebaiknya kita mulai mencoba untuk melakukan investasi. Semoga kita bisa mencapai kemandirian finansial di usia produktif kita. Dan mencapai kemakmuran sesuai dengan apa yang kita harapkan.

Salam,

Kandang Syiar

Panelis

Author Panelis

More posts by Panelis

Leave a Reply