Ini Adalah Cerita Kami

By 17 October 2016Artikel

Mimpi yang terus memotivasi kami adalah menciptakan lapangan pekerjaan yang luas dan menyediakan investasi yang baik dengan cara terbaik. Kandang.in dibangun dengan semangat untuk menciptakan solusi dan memperluas kebermanfaatan investasi di sektor peternakan.

Peternak adalah sekelompok pahlawan yang terpinggirkan

Pemasok utama kebutuhan daging nasional adalah peternak dengan skala rumah tangga. Sekitar 98% kebutuhan daging sapi nasional dipenuhi oleh peternak-peternak skala kecil ini. Sisanya sekitar 2% dipenuhi oleh badan usaha, pedagang dan lain-lain. Namun jumlah peternak ini mengalami penurunan sebesar 30% sejak tahun 2003 – 2015. Masalah permodalan menjadi faktor utama penyebab banyaknya peternak yang gagal melanjutkan usahanya. Sebagian besar peternak memulai usaha dengan menggunakan pemodalan dari pinjaman Bank, koperasi, dan lembaga pinjaman lain. Pinjaman tersebut umumnya memiliki suku bunga yang cukup tinggi, sehingga memberatkan peternak. Hasil penjualan hewan ternak sebagian besar hanya cukup untuk mengembalikan pinjaman dan bunga, dan hanya sebagian kecil keuntungan yang mereka dapatkan. Oleh karena itu, umumnya peternak rumah tangga ini masih harus bekeja sampingan menjadi tenaga informal untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Selain itu sistem distributsi rantai pasok di peternakan yang berjenjang yang menyebabkan peternak tidak dapat memperoleh harga jual yang tinggi. Sehingga usaha yang mereka lakukan tidak sebanding dengan hasil yang diperoleh. Peternak selalu menjadi pihak dengan posisi tawar yang rendah. Diferensiasi keuntungan penjual perantara (makelar/blantik) lebih tinggi dibanding keuntungan yang diperoleh peternak. Kondisi ini semakin membuat banyaknya peternak rumah tangga yang memutuskan untuk menghentikan usaha di bidang peternakan. Sebuah kondisi yang ironis jika melihat peran mereka yang cukup sentral dalam memenuhi kebutuhan nasional akan daging sapi. Saatnya kita membantu mereka!

Defisit kebutuhan nasional semakin besar

Kebutuhan nasional akan daging sapi terus menerus meningkat dari tahun ke tahun. Dengan jumlah defisit daging sapi yang besar, pada tahun 2015 defisit kebutuhan daging sapi adalah sekitar 36,4% (237,88 Ribu Ton). Defisit kebutuhan daging sapi nasional ini akan semakin meningkat pada tahun-tahun mendatang dengan melihat trend jumlah peternak yang menurun dari tahun ke tahun. Untuk memenuhi defisit ini pemerintah harus melakukan impor. Padahal dengan potensi SDA dan SDM yang kita miliki, kita bisa untuk mengejar defisit tersebut untuk dapat menuju Indonesia swasembada daging sapi. Mari kita menjadi bagian solusi untuk permasalahan yang terus terjadi secara kronis dari tahun ke tahun. Jika bukan kita yang bergerak, siapa lagi?

Skema investasi yang baik untuk semua

Walaupun peternakan memiliki permasalahan-permasalahan yang harus diseleseikan, namun dari sisi investasi sektor peternakan merupakan investasi yang patut untuk dipertimbangkan. Dengan cara dan strategi berternak yang baik, investasi di sektor peternakan termasuk investasi yang menguntungkan, rendah resiko serta fluid. Model peternakan sapi intensif merupakan cara yang tepat untuk diterapkan di Indonesia. Terutama di daerah-daerah pinggiran perkotaan. Karena masih banyak ditemukan pakan-pakan dan limbah-limbah pertanian yang dapat diperoleh dengan mudah dan murah. Hal ini membuat biaya pakan bisa ditekan dan dapat meningkatkan margin keuntungan. Karena biaya pakan adalah satu biaya yang paling besar yang dikeluarkan untuk biaya peternakan sapi.

Kami ingin membangun sebuah platform investasi yang sustainable dan saling menguntungkan. Sehingga dapat memberikan keuntungan bagi investor maupun peternak. Sistem bagi hasil dengan skema syariah merupakan skema yang adil bagi kedua belah pihak. Jika keuntungan dari hasil penjualan tinggi maka bagi hasil yang diperoleh pun akan semakin tinggi. Sedangkan jika terdapat resiko-resiko yang ditimbulkan dari peternakan yang dilakukan. Kedua belah pihak akan menanggung resiko itu bersama. Sebuah skema yang tidak memberatkan salah satu pihak. Diharapkan dengan skema ini maka peternak akan lebih termotivasi dalam merawat ternak untuk dapat menghasilkan nilai bagi hasil yang lebih tinggi.

Skema tersebut menjadi peluang besar untuk Anda berinvestasi dengan basis syariah.

Panelis

Author Panelis

More posts by Panelis

Leave a Reply