Category

Teknologi

Smart Kandang.in menjadi finalis The Next Dev dari Surabaya

By | Berita, Teknologi | No Comments

Alhamdulillahirabbil Alamin,

Puji syukur atas semua nikmat yang diberikan oleh Allah SWT.

Pada sore tadi, 7 November 2019, Smart Kandang, inovasi yang kami kembangkan untuk dunia peternakan Indonesia menjadi salah satu inovasi startup terpilih dari Surabaya dalam Acara The Next Dev.

The Next Dev, adalah sebuah ajang pencarian dan pengembangan startup teknologi terbaik Indonesia di Bidang Social Impact. Nextdev diinisasi oleh Telkomsel, memberikan kesempatan kepada startup-startup untuk menyampaikan ide dan inovasi yang kemudian didukung untuk dikembangkan dengan berbagai dukungan.

Pada The Nextdev 2019, kami dari kandang.in mendaftarkan diri untuk memperkenalkan ide kami smart kandang ( https://smart.kandang.in/ ) pada acara The Nextdev yang diselenggarakan di Surabaya. Pada acara tersebut kandang.in diwakili oleh CEO kami M. Ishaq Firdaus untuk mempresentasikan inovasi terbaru dari kandang.in tersebut. Kak Ishaq, menjelaskan bahwa dalam mendukung usaha pengembangan peternakan di daerah, kita tidak bisa hanya memberikan modal saja kepada peternak, namun kita juga harus mendukung mereka dengan teknologi, expertise dan akses kepada pasar. Sehingga usaha peternakan yang mereka jalankan bisa menguntungkan dari sisi bisnis dari efisiensi dan standar tinggi yang bisa didukung dengan teknologi.

Berdasarkan pengalaman dari menjalankan kandang.in lebih dari 2 Tahun. Tim kandang.in memiliki pelajaran menarik bahwa, tanpa dukungan teknologi yang memadai, kemampuan peternak akan sulit direplikasi dan dikembangkan dengan skala yang besar dan cepat. Oleh karena itu, teknologi pendukung peternakan menjadi faktor penting yang harus kita sediakan sebagai pelengkap solusi investasi syariah yang telah dimiliki oleh kandang.in.

Dengan gabungan antara investasi syariah di bidang peternakan plus dengan teknologi dari smart kandang. Insyallah kami bisa memberikan keunggulan kompetitif lebih kepada mitra-mitra peternak kami di daerah. Sehingga kandang.in bisa menjadi complete solution untuk peternak di Indonesia.

Dengan pemaparan tersebut, akhirnya inovasi yang telah kami lakukan diapresiasi oleh Tim The Nextdev sehingga terpilih menjadi salah satu finalis dari Surabaya. Sebuah kado akhir tahun yang menarik bagi seluruh tim kandang.in, dan tim smart kandang khususnya.

Selamat ya tim smart kandang!

Semoga kami bisa terus menghadirkan inovasi yang bisa menjadi solusi untuk Indonesia.

Salam satu aksi, satu solusi untuk Negeri,

Kandang.in

Kandangin dan DTech Engineering berkolaborasi kembangkan kandang ayam broiler yang modern dan efisien

By | Artikel, Teknologi | No Comments

Dunia peternakan sebenarnya merupakan industri yang sangat dekat dengan penerapan teknologi. Di negara-negara maju telah kita ketahui bersama bahwa teknologi peternakannya sangat maju. Bahkan hampir semua kegiatan yang dilakukan serba otomatis dan efisien.

Sayangnya hal tersebut belum banyak terjadi di Negara kita Indonesia. Sebagian besar peternak di Indonesia masih melakukan peternakan dengan skala yang kecil dan tradisional. Hal ini sungguh memprihatinkan. Mengingat industri peternakan adalah salah satu industri utama yang menjadi pondasi dari ketahanan pangan dari suatu bangsa.

Berdasarkan keresahan tersebut, tim kandang.in dan DTech Engineering melakukan kolaborasi untuk menciptakan inovasi teknologi yang tepat guna di bidang peternakan ini. Saat ini, riset yang tengah dilakukan adalah tentang efisiensi desain kandang ayam broiler dengan sistem close house (Tertutup).

Kandang ayam broiler dengan sistem tertutup memiliki banyak kelebihan dibandingkan dengan sistem kandang ayam broiler tradisional. Kandang ayam broiler sistem close house memiliki efisiensi penggunaan lahan yang hampir 50% lebih efisien dibandingkan dengan kandang biasa. Hal ini dikarenakan pemanfaatan ruang dibawah kandang yang biasanya hanya digunakan untuk menampung kotoran ayam, bisa dimanfaatkan juga sebagai tempat untuk membesarkan ayam. Selain dari segi efisiensi tempat dan populasi ayam, kandang ayam sistem close house juga memiliki keunggulan yakni masalah limbah. Kandang ayam close house cenderung tidak terlalu bau dibandingkan kandang tradisional yang biasanya baunya mencemari lingkungan di sekitarnya.

Namun biaya pembangunan dari kandang close house ini membutuhkan biaya pembangunan kandang yang relatif jauh lebih mahal dibandingkan kandang tradisional. Untuk populasi ayam 15.000 ekor, biaya modal pembangunan kandang close house modern bisa mencapai Rp 1 Miliar. Sebuah angka yang cukup memberatkan bagi peternak-peternak kelas kecil dan menengah. Sehingga kandang close house ini masih belum banyak diminati oleh peternak ayam broiler di Indonesia.

Dalam riset yang dilakukan oleh Tim DTech engineering bersama tim Kandang.in ayam kami berupaya untuk meredesain sistem kandang close house dengan tujuan melakukan efisiensi terhadap biaya pembangunan dan biaya operasional kandang. Tim DTech engineering yang memiliki pengetahuan di berbagai disiplin ilmu mulai sipil, thermodinamika, 3D modelling dan lain-lain dapat menjadi partner yang sesuai untuk melakukan riset tersebut.

Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk melakukan efisiensi tersebut antara lain,

  1. Pemilihan material bahan bangunan yang lebih murah dibandingkan dengan standar kandang close house.
  2. Modifikasi sistem sirkulasi udara dengan alat-alat yang dibangun sendiri dibandingkan dengan membeli produk impor.
  3. Subsitusi teknologi pendingin dengan menggunakan konsep sejenis namun dengan biaya peralatan yang lebih murah.
  4. Penerapan sistem kandang bertingkat untuk efisiensi ruang kandang dan meningkatkan populasi ayam.

Dengan berbagai macam hasil riset tersebut, biaya pembangunan kandang ayam broiler dengan sistem close house dapat dihemat hampir 60%. Sehingga ROI dari biaya pembangunan tersebut diproyeksikan bisa mencapai 90% pada tahun pertama operasi. Dengan jangka waktu pemanfaatan kandang yang cukup panjang.

Jika sebelumnya biaya pembangunan kandang ayam broiler dengan full system dan standar untuk populasi ayam sebesar 15.000 ekor, biaya yang dibutuhkan mencapai Rp 1 Miliar. Dengan desain rancangan tim DTech Engineering dan tim kandang.in ayam, biaya pembangunan kandang untuk populasi yang sama hanya menghabiskan biaya Rp 250 – 350 Juta rupiah.

Saat ini kandang yang kami jadikan laboratorium sekaligus wahana riset telah terbangun di Bangkalan, Madura. Dengan populasi 15.000 ekor ayam. Alhamdulillah hipotesis kami sampai saat ini masih terbukti. Hal ini dibuktikan dengan tingkat kematian ayam yang hanya mencapai 1%. Walaupun sempat terjadi cuaca ekstrem (Banjir dan Hujan) di daerah bangkalan. Tabarakallah, semoga hasil riset ini bisa lebih luas diaplikasikan kepada masyarakat.

Saat ini kami terus melakukan riset untuk dapat menyempurnakan desain kandang tersebut agar jauh lebih efisien serta memiliki masa pakai yang lebih lama dengan memanfaatkan material yang lebih kuat namun juga masih murah untuk diaplikasikan kepada peternak kecil dan menengah.

Mari terus dukung peternak Indonesia dengan permodalan syariah bersama Kandang.in