Category

Artikel

Wakaf produktif solusi ekonomi islam berbasis sosial kemasyarakatan

By | Artikel | No Comments

Wakaf produktif atau wakaf tunai merupakan salah satu instrumen ekonomi syariah yang belum banyak diketahui dan dipahami oleh sebagian besar muslim. Padahal instrumen ini akan menjadi salah satu pilar penting dalam ekonomi Islam. Jika telah banyak diterapkan di aspek kehidupan muslim. Prinsip dari penerapan wakaf tunai ini sangat fleksibel sebagai stimulus untuk pengembangan ekonomi islam berbasis ekonomi kerakyatan.

Seperti yang telah kita ketahui bersama instrumen ekonomi islam yang telah banyak kita ketahui antara lain Zakat, Infaq dan Sodaqoh serta Wakaf. Instrumen ini diperkenalkan sebagai instrumen ekonomi yang memiliki dampak sosial di masyarakat dengan prinsip sharing economy. Yakni sistem untuk membagikan kelebihan harta dari suatu kelompok  untuk diberikan kepada kemaslahatan ummat terutama membantu kaum dhuafa maupun untuk keperluan ummat lain.

Namun Wakaf Produktif memiliki porsi tersendiri dalam membangun ekonomi ummat. Alih-alih sebagai instrumen yang tertuju hanya untuk keperluan ibadah. Wakaf produktif memiliki peran yang berbeda. Peran utamanya adalah untuk membangun ekonomi islam dan membuka peluang usaha bagi ummat. Fleksibilitas implementasi Wakaf produktif ini dapat digunakan sebagai stimulus untuk mengembangkan ekonomi syariah ummat muslim secara lebih luas. Jika dibandingkan dengan instrumen seperti Zakat memiliki keterbatasan penyaluran hanya kepada tujuh Asnaf yang telah ditentukan. Serta Infaq dan Sodaqoh umumnya memang dikhususkan untuk kegiatan keagamaan dan membantu kaum dhuafa. Wakaf produktif atau wakaf tunai ini sebenarnya sangat berperan untuk membangun perekonomian islam.

Sedangkan Wakaf yang saat ini lazim kita kenal. Umumnya adalah penyerahaan harta dalam bentuk tanah, atau bangunan untuk dipergunakan untuk pembangunan Masjid, Pendidikan Islam dan Bangunan-bangunan untuk kemaslhatan umat lainnya. Wakaf produktif lebih ditujukan untuk membantu ekonomi islam agar terus berkembang dengan prinsip ekonomi kemasyarakatan berbasis syariah. Oleh karena itu, untuk membangkitkan kembali ekonomi Islam, kita perlu untuk menggali dan menerapkan manfaat wakaf produktif ini di masyarakat.

Inspirasi Wakaf Produktif atau Tunai dari Sahabat Utsman Bin Affan, wakaf produktif yang membangkitkan ekonomi umat muslim dan pahala yang mengalir terus menerus sampai hari kiamat !

Salah satu inspirasi wakaf produktif yang dapat dijadikan suri tauladan adalah cerita sahabat Utsman Bin Affan  yang menyumbangkan hartanya untuk pengembangan ekonomi islam di Madinah. Riwayat ini terjadi saat Nabi Muhammad SAW dan sahabat hijrah pertama kali dari Mekkah ke Madinah. Pada saat itu, terdapat sebuah pasar utama di Madinah yang dikuasai oleh kaum yahudi dan penduduk setempat madinah. Salah satu aset penting yang dimiliki oleh Kaum Yahudi tersebut adalah sebuah sumur yang menjadi sumber kehidupan dan ekonomi di sekitar pasar tersebut. Melihat vitalnya kepemilikan aset tersebut, Rasulullah SAW kemudian berkata kepada para sahabat bahwa, barang siapa mau mengorbankan hartanya untuk membeli sumur tersebut dari warga yahudi. Maka Rasulullah akan menjanjikan pahala yang mengalir secara terus menerus sampai hari kiamat dan Surga dari Allah SWT.

Pada saat itu, Sahabat Utsman Bin Affan tergerak untuk mengorbankan hartanya untuk menebus membeli sumur tersebut dari kaum yahudi. Pada awalnya kaum yahudi menolak, karena memang aset sumur tersebut sangat berharga dan menjadi komoditas utama di madinah pada saat itu. Akhirnya Sahabat Utsman Bin Affan, menawar dengan harga lebih tinggi dan dengan tawaran yang bisa menarik perhatian pemilik sumur tersebut. Sahabat Utsman Bin Affan tidak meminta secara penuh, namun hanya separuh dari kepemilikan sumur tersebut. Pemilik yahudi dan Utsman Bin Affan bisa menjual air dari sumur tersebut secara selang seling. Selisih satu hari. Pada hari pertama Pemilik Yahudi boleh menjual air dari sumur tersebut. Keesokan harinya Utsman Bin Affan dan sahabat yang memiliki hak untuk menjual air sumur tersebut. Dan seterusnya.

Mendapatkan penawaran yang menarik seperti itu, akhirnya pemilik yahudi tersebut menyetujui untuk menjual separuh kepemilikan sumur tersebut kepada Utsman Bin Affan. Ternyata persetujuan tersebut akhirnya membawa keuntungan yang besar bagi perkembangan ekonomi umat islam. Tidak dalam waktu lama, pasar tersebut dapat dikuasai oleh kaum muslimin. Bagaimana caranya?

Karena niat utama Utsman Bin Affan adalah untuk mewakafkan hartanya untuk kepentingan umat muslim. Utsman Bin Affan tidak memikirkan untuk mencari keuntungan dari harta yang telah dia habiskan untuk membeli separuh kepemilikan sumur. Akhirnya ketika hari umat muslim menjual air sumur tersebut ke pasar. Utsman Bin Affan dengan kerelaan hati, menjual harga air sumur jauh lebih murah daripada harga yang sebelumnya dipatok oleh pemilik yahudi. Sehingga lama kelamaan seluruh penduduk di sekitar sumur hanya membeli air ketika jadwal penjualan dilakukan oleh Utsman Bin Affan. Sehingga pada akhirnya pemilik yahudi tersebut, merasa tidak mampu menyaingi apa yang dilakukan Utsman Bin Affan, akhirnya menjual seluruh kepemilikan sumur tersebut kepada Utsman Bin Affan.

Dengan dimilikinya sumber utama penggerak ekonomi di daerah tersebut akhirnya kaum muslimin mulai secara perlahan membangun usaha dan mengembangkan ekonomi Islam di Madinah. Dan akhirnya mereka dapat menguasi pasar yang sebelumnya dikuasai oleh penduduk yahudi Madinah. Masya Allah.

Sampai saat ini kita masih bisa menemui sumur yang dimiliki oleh Utsman Bin Affan tersebut dan seperti janji dari Rasulullah pahala dari wakaf yang diberikan oleh Sahabat Utsman Bin Affan R.A. masih mengalir untuk beliau.

Sumur Raumah, Wakaf dari Ustman Bin Affan

 

Lalu bagaimana penerapan wakaf produktif ini untuk Zaman Now? 

Penerapan prinsip wakaf produktif ini sangat fleksibel. Kita dapat memberikan harta kita baik berupa uang tunai, kepemilikan tanah, kepemilikan bangunan dan harta lain untuk di wakafkan demi pembangunan ekonomi umat. Dalam akad perjanjian yang dibuat, kita diperkenankan untuk mewakafkan harta kita kepada pengelola wakaf tersebut untuk selanjutnya dikembangkan melalui sebuah usaha yang tidak melanggar ajaran agama.

Hasil keuntungan dari pelaksanaan usaha tersebut akan direinvestasikan lagi. Sehingga nilai pahala wakaf yang telah kita lakukan insyaallah akan terus bertambah dari waktu ke waktu. Bahkan dalam akad tersebut kita diperbolehkan untuk mengatur pembagian hasil keuntungan. Umpama dari bagi hasil yang diperoleh dari usaha tersebut. 30% kita minta sebagai pendapatan hasil wakaf. Sedangkan 70% akan kita serahkan kembali untuk meningkatkan nilai wakaf kita.

Kita juga diperkenankan untuk mewakafkan dengan batasan waktu. Contohnya, aku akan menyerahkan wakaf harta senilai beberapa rupiah selama 5 tahun. Selama 5 tahun harta itu akan dikelola oleh pengelola wakaf untuk usaha produktif. Sehingga akan mendapatkan keuntungan-keuntungan. Pada tahun kelima, anda bisa menarik wakaf tunai/produktif tersebut kembali menjadi harta anda. Namun pahala wakaf anda terus mengalir dari keuntungan usaha yang dilakukan pengelola wakaf.

Contoh konkrit penerapan wakaf produktif atau tunai ini sudah bisa kita jumpai di negara tetangga kita, Singapura. Terdapat sebuah lembaga pengelola Zakat, Infaq, Sodaqoh dan Wakaf yang saat ini pengelolaan aset Wakafnya sampai senilai 3.5 Triliun rupiah. Mereka mengelola aset wakaf dan wakaf produktif secara profesional dengan menginvestasikan kepada usaha-usaha yang dapat mengembangkan ekonomi islam. Dengan membangun apartemen untuk muslim, Rumah Sakit, dan Usaha lain yang dapat menumbuhkan nilai aset dari wakaf produktif yang telah disalurkan dari ummat. Sehingga lapangan pekerjaan bisa dibuka dengan luas dan ummat islam memiliki nilai kompetitif dalam perekonomian di Singapura.

Subhannallah, ternyata Allah SWT telah mengatur sedemikian rupa, sistem ekonomi yang jika kita terapkan bisa mengembangkan ekonomi islam secara lebih baik.

Semoga kita bisa menerapakan pengelolaan wakaf produktif ini sebagai stimulus untuk membangun ekonomi Islam dan menghadirkan solusi bagi kondisi sosial ekonomi masyrakata muslim. Amin..

Tim kandang.in saat ini mulai menginisiasi pengelolaan wakaf produktif ini dengan salah satu lembaga Islam untuk dikelola dalam usaha agrikultur. Sehingga dapat membuka lapangan pekerjaan dan membuka peluang ekonomi dengan memanfaatkan pengelolaan wakaf produktif dari masyrakat. Semoga inisiasi tersebut segera dapat direalisasikan. Amiin.

Salam,

Kandang.in Syiar

 

Catatan perjalanan kandang.in dalam videografi sederhana

By | Artikel | No Comments

Perjalanan kami selama hampir setahun ini dalam menghadirkan solusi permodalan syariah untuk membantu peternak-peternak di daerah. Semoga manfaat yang kita berikan bersama bisa jauh lebih luas untuk masa-masa mendatang. Semakin banyak senyum dan harapan yang bisa kita dukung. Semakin banyak lapangan pekerjaan yang bisa kita ciptakan. Semakin banyak dampak sosial yang bisa kita sebarkan. Terimakasih telah menjadi bagian dari kami. Jangan menyerah untuk menjadikan Indonesia yang jauh lebih baik.

Salam,

Kandang.in

Luar Biasa, Bank syariah ini menjadi pemilik Kebun Kurma terbesar di dunia

By | Artikel | No Comments

Kebun Qurma Al Rajhi

Inspirasi tentang sistem syariah kali ini datang dari sebuah Bank Syariah di Arab Saudi, Al rajhi Bank. Bank Syariah Al Rajhi ini didirikan oleh keempat bersaudara dari keluarga Al Rajhi. Sulaiman Al Rajhi merupakan pendiri pertama Bank Syariah yang memiliki total aset terbesar di dunia. Pada awalnya Sulaiman Al rajhi membuka usaha sebagai pemandu wisata dan money changer untuk para pendatang dari eropa yang datang ke jazirah Arab. Namun karena merasa ribet harus bolak-balik ke Bank untuk menukarkan mata uang dari pendatang tersebut. Sulaiman Al Rajhi memutuskan untuk ingin membuka bank sendiri.

Hal ini dilakukan dengan belajar ke eropa untuk mempelajari sistem per-bank-an. Walaupun ternyata setelah dipelajari lebih lanjut banyak sekali perbedaan dari proses operasi bank dengan sistem ekonomi islam yang ia yakini. Pada akhirnya dia memutuskan untuk mendirikan Al Rajhi bank namun dengan menggunakan prinsip ekonomi islam pada tahun 1958.

Al Rajhi bank terus berkembang dengan menggunakan akad-akad syariah tanpa riba. Bahkan mulai mengembangkan diri sebagai investment firm. Nasabah-nasabah dibebaskan untuk memilih tabungan tanpa bunga atau memiliki tabungan yang akan diinvestasikan kepada bisnis sektor riil dengan sistem bagi hasil yang syariah. Ternyata dengan menggunakan pendekatan sebagai asset management syariah dan berinvestasi di sektor riil membuat Al Rajhi bank semakin melesat. Hingga pada tahun 2006 dinobatkan sebagai Bank Syariah terbesar di dunia karena kepemilikan asetnya yang sangat besar pada sektor-sektor riil.

Salah satu kepemilikan aset yang menarik adalah Al Rajhi memiliki kebun qurma yang diklaim terbesar di dunia di daerah Qasim dekat Riyadh. Sekitar 200 ribu pohon qurma terbaik ditanam di kebun ini. Yang memasok kebutuhan qurma untuk berbuka puasa di Masjid Nabawi dan Masjidil Haram. Kepemilikan aset kebun qurma ini dimiliki karena pada salah satu jenis investasi yang dibuka adalah untuk membuka dukungan pendanaan pada usaha kecil dan menengah di sektor agro industri. Yang akhirnya membuat Al Rajhi memiliki usaha di sektor perkebunan yang sukses.

Selain usaha perkebunan, Al rajhi memiliki banyak pilihan investasi pada sektor-sektor lain seperti pengembangan properti, konstruksi dan lain-lain. Selain memang usaha utamanya dalam sektor perbankan syariah. Saat ini Al rajhi bank memiliki lebih dari 600 cabang dari Arab Saudi, Jordan, Kuwait dan bahkan ke Malaysia.

Kisah inspiratif lain, pada akhir masa hidupnya,  Sulaiman Al Rajhi memilih untuk memiskinkan diri dengan menyerahkan seluruh kekayaan yang dimiliki yang ditaksir mencapai 7 Miliar Dollar. Pada tahun 2012, dia memilih hidup miskin dengan hanya memiliki rumah kecil dan pakaian di tubuhnya. Sebuah usaha untuk memantaskan diri untuk menemui Allah SWT.

Dikutip dari beberapa referensi

Mengenal sistem kerjasama dalam islam : Mudharabah

By | Artikel | No Comments

Seperti telah kita ketahui bersama, bahwa dalam Kitab Suci Agama Islam memberikan pedoman hidup di semua lini kehidupan. Tidak terkecuali pedoman dalam menjalankan prinsip ekonomi dalam bermasyarakat. Islam mengatur sistem kerjasama yang adil dan transparan untuk menjamin terjadinya kerjasama yang baik antara pihak-pihak yang bekerjasama.

Pada pembahasan kali ini kami ingin mengupas mengenai sistem kerjasama dalam ekonomi Islam yang menggunakan Akad Mudharabah. Mudharabah sendiri menurut ulama fikih muamalah sering disebut juga dengan istilah “Qiradh” yang artinya harfiah-nya memotong. Yang dimaksudkan bahwa pemilik modal memotong sebagian hartanya untuk diperdagangkan dengan tujuan memperoleh sebagian keuntungan.

Sedangkan arti Akad Mudharabah sendiri merupakan sebuah kesepakatan kerjasama antara pemilik modal  (shahibul amal) kepada pengelola (mudharib). Dengan suatu perjanjian yang telah dipesakati di awal. Bentuk kerjasama ini menegaskan prinsip kerjasama dengan kontribusi 100 persen dari pemilik modal dan mempercayakan pengelolaan modal berdasarkan keahlian dari pengelola atau pelaku usaha.

Dalam akad Mudharabah, jika terjadi kerugian maka kerugian keuangan ditanggung oleh pemilik modal. Pemilik modal tidak diperkenankan untuk meminta jaminan bahwa modal yang diberikan harus dikembalikan kepada pemilik modal jika terjadi suatu kerugian akibat usaha yang dilakukan bersama. Di lain pihak, pihak pengelola dilarang untuk mengambil/memotong keuntungan diawal. Keuntungan akan dibagi berdasarkan nisab perjanjian yang telah disepakati di awal. Dapat berupa persentase bagi hasil dari keuntungan. Serta jelas masa perjanjian kerjasama yang akan dilakukan.

Walaupun pihak pemodal tidak diperkenankan untuk meminta jaminan pengembalian modal jika terjadi kerugian. Namun pengelola modal diperkenankan untuk menjanjikan garansi kepada pemilik modal. Hal ini disesuaikan dengan keahlian pengelola modal dalam melakukan usaha dan manajemen resiko.

Selain itu, dalam akad mudharabah tidak diperkenankan untuk memberikan fixed return dari hasil kerja sama. Baik berupa janji nilai nominal uang maupun persentase dari permodalan. Nilai bagi hasil harus dikalkulasi secara transparan dan dihitung dari keuntungan bersih hasil usaha yang dilakukan.

Pemilik modal dapat memberikan proyeksi kalkulasi potensi bagi hasil sesuai dengan hasil analisa dan keahlian yang dimiliki. Namun nilai proyeksi ini hanya dapat digunakan sebagai informasi. Tidak diperkenankan dituangkan dalam perjanjian kerjasama. Nilai bagi hasil bisa lebih tinggi dari proyeksi maupun lebih rendah dari proyeksi keuntungan. Dengan mekanisme seperti ini maka akan menjadi metode yang adil bagi pelaku usaha maupun pemilik modal. Sehingga pemilik modal terhindar dari Riba dalam proses penyertaan modal yang dilakukan.

Akad mudharabah sendiri terbagi menjadi 2 tipe yakni,

Mudharabah muthlaqah: Pemilik dana memberikan kebebasan kepada pengelola mengenai usaha yang akan dijalankan. Nasabah tidak ikut campur usaha apa yang mau dijalankan pihak pengelola. Namun nasabah masih boleh mengawasinya.

Mudharabah muqayyadah: Pemilik modal memberikan batasan kepada pengelola, antara lain mengenai tempat, cara dan atau obyek investasi.

Selain itu beberapa persyaratan yang harus dipenuhi dalam akad syariah mudharabah adalah,
1. Kerjasama tidak boleh dilakukan untuk kegiatan melanggar hukum atau keburukan.
2. Pelaksanaan usaha tidak diperkenankan untuk dijalankan pada usaha-usaha yang tidak halal, kriminal, dan melanggar hukum.
3. Pengelola wajib untuk memberikan laporan yang transparan kepada pemilik dana tentang alokasi penggunaan dana, pendapatan yang diperoleh dan keuntungan bersih yang telah diperoleh.

Demikian penjelasan singkat mengenai salah satu akad kerjasama dalam syariah islam dengan prinsip bagi hasil keuntungan atau yang dikenal dengan istilah Mudharabah. Skema kerjasama ini sangat baik untuk diterapkan dalam kerjasama yang dilakukan. Karena dengan prinsip mudharabah yang sharing profit dan juga sharing risk. Akan memberikan keadilan dan kesetaraan kedudukan antara pemberi modal dan pengelola.

Semoga kita dapat mulai menjalankan prinsip-prinsip syariah pada kehidupan kita. Amiin.

Jika ada pertanyaan atau diskusi silahkan tuliskan komentar anda.

Salam,

Kandang.in syiar

referensi :
Diolah dari beberapa sumber referensi dan nara sumber.

Pemuda muslim milenials awam investasi, sebuah kondisi yang memprihatinkan!

By | Artikel | No Comments

Investasi

Saat ini hampir 30% remaja milenialls memasuki masa usia produktif. Diperkirakan pada tahun 2020, lebih dari 60% warga indonesia akan diisi oleh usia produktif. Namun ada kondisi yang sedikit menarik perhatian kami dari hasil survey yang kami lakukan pada cluster pemuda/pemudi milenials terutama muslim. Hasil temuan dari survey yang kami lakukan  pada pemuda muslim di rentang usia 20 – 30 tahun di beberapa kota besar. Menunjukkan bahwa hampir 60% dari pemuda/pemudi muslim belum pernah mencoba instrumen investasi.

Sebuah kondisi yang bisa dikatakan kurang baik, jika tidak mau dikatakan buruk. Jika dibandingkan dengan hasil survey kami terhadap pemuda milenials non-muslim yang menunjukkan nilai hampir 60% sudah mencoba melakukan investasi. Bahkan 40% sudah mencoba berbagai macam investasi seperti saham, reksadana, pembelian emas, properti dan lain sebagainya. Nilai tersebut akan jauh lebih timpang jika dibandingkan dengan pemuda milenials di kawasan Asia Tenggara. Tingkat kepahaman investasi pemuda indonesia tertinggal dari negara tetangga kita seperti Singapura, Malaysia dan Thailand.

Dari survey yang kami lakukan, ternyata pemuda milenials muslim ini kebanyakan hanya menyimpan sisa pengeluaran dari pendapatan bulanan pada tabungan bank. Padahal jika kita tahu, nominal uang yang kita simpan di Bank sebagai tabungan sangat sulit bersaing dengan laju inflasi. Kemudian dari data tersebut juga menampilkan info bahwa ternyata 40% pemuda muslim dapat menyisihkan 40% dari pendapatannya untuk ditabung. Sebuah potensi yang cukup besar sebenarnya jika mereka dapat mengelola finansial mereka dengan lebih baik.

Memang setelah diteliti lebih lanjut, dari 60% pemuda yang kami survey tersebut memberikan alasan salah satu yang terbesar adalah mereka takut untuk melakukan investasi karena unsur-unsur ketidak pastian yang dilarang oleh ajaran agama Islam. Serta pemahaman terhadap syariat islam yang mulai meningkat dan masif pada pemuda-pemuda milenials yang akhirnya mereka berhati-hati dalam melakukan investasi. Terutama pada investasi yang menurut mereka mengandung unsur riba. 45% mengatakan bahwa mereka hanya ingin berinvestasi pada instrumen non-ribawi.

Padahal seharusnya pemahaman tersebut harusnya tidak menghalangi kita untuk mencoba mencermati instrumen investasi yang tersedia. Karena pada saat ini telah tersedia beberapa instrumen investasi yang patuh terhadap syariah. Berbagai macam instrumen investasi tersebut menawarkan berbagai keuntungan bagi kita agar nominal uang pendapatan kita bisa bertahan diatas tingkat inflasi. Investasi tersebut bermacam-macam mulai dari investasi jangka pendek, menengah maupun jangka panjang. Serta, ada investasi yang menjanjikan high profit yang tentunya diiringi dengan high risk. Ataupun investasi yang rendah resiko dengan nilai keuntungan yang masih menarik untuk dicermati.

Dengan mempelajari tentang berbagai instrumen investasi dan hukum muamalah dasar untuk menjamin kesesuaian pilihan investasi yang kita pilih dengan syariah. Maka akan dapat memberikan kita pemahaman yang lebih luas tentang instrumen investasi. Yang akhirnya akan membantu kita untuk mengelola finansial kita menjadi lebih baik lagi. Sehingga akan dapat meningkatkan pendapatan kita yang insyallah secara otomatis akan meningkatkan nilai zakat, infaq dan shodaqoh kita yang akan memberikan manfaat kepada umat yang membutuhkan. Sehingga secara tidak langsung dengan kita paham dan melakukan investasi yang baik, akan memperkokoh ekonomi islam.

Selain itu, perlu dilakukan edukasi yang lebih baik kepada pemuda muslim melalui kajian-kajian pengelolaan finansial secara islami. Untuk dapat memberikan wawasan kepada pemuda muslim, terkait bagaimana cara pengelolaan keuangan yang baik. Serta mencermati bahkan mengajari untuk memilih instrumen investasi yang sesuai syariah.

Serta, perlu disediakan lebih banyak pilihan instrumen investasi syariah yang dikelola dengan profesional. Yang dapat memberikan keuntungan, taat azas syariah, transparan serta amanah. Sehingga pemuda-pemudi milenials ini nantinya dapat memiliki berbagai macam opsi investasi syariah. Sehingga dapat meningkatkan jumlah pemuda muslim yang paham akan investasi dan mau menginvestasikan pendapatan mereka instrumen investasi yang menarik.

Semoga kita dapat menerapkan sistem ekonomi berbasis syariah untuk bisa memberikan solusi bagi Indonesia.

Salam,

Kandang.in

 

Profil mitra, Bapak Tumidi, Semangat peternak sapi yang bangkit bersama Kandang.in

By | Artikel | No Comments

Senyum lebar dan tawa khas menyambut tim kandang.in ketika mengunjungi kandang koloni di desa salamrejo, Kec. Karangan, Trenggalek. Bapak Tumidi merupakan sosok yang sangat hangat dan bersemangat bahkan bisa dibilang sosok yang berapi-api. Apalagi jika diajak ngobrol mengenai sapi-sapi yang saat ini dia asuh. Mata yang berbinar-binar ketika menjelaskan tentang kondisi ternaknya menandakan beliau sangat passion sekali dalam dunia peternakan. Hal yang cukup lumrah karena beliau sudah memelihara sapi puluhan tahun, bahkan sejak dia umur belasan.

 

Dengan pengalaman yang sudah menahun, beliau memang sudah terkenal di kalangan masyarakat di desa salamrejo sebagai pawang sapi. Jika ada sapi yang lepas dan mengamuk, dia adalah orang pertama yang dipanggil untuk membantu menenangkan sapi. Ada yang bilang beliau punya jimat atau ajian. Namun menurut pandangan kami bukan itu. Bapak tumidi dengan pengalamannya memiliki pemahaman yang lebih terhadap sapi. Dia bisa mengetahui bagaimana keinginan sapi. Seakan-akan mampu untuk berbicara dengan sapi.

Memang dengan pengalamannya, beliau sangat gati (perhatian – red) terhadap sapi. Pada awal sapi datang, hampir tiap pagi setelah subuh, sapi ini dimandikan dan dipijat dengan air hangat oleh beliau. Menurut penuturan beliau, sapi yang baru datang dikirim dari pasar atau peternakan dengan truk perlu segera dipulihkan tenaganya. Salah satunya dengan melakukan pemijatan dibagian punggung dengan air hangat di pagi hari. Dengan itu, sapi akan rileks dan capek perjalanannya akan segera hilang. Sehingga nafsu makan bisa meningkat dan siap untuk digemukkan.

Pak Tumidi juga termasuk sangat baik dalam memperlakukan sapi. Sehingga hampir semua sapi jinak jika ditangani oleh beliau. “Sapi ini seperti anak Mas. Kadang ada yang baik penurut, kadang ada yang nakal dan galak. Cara menghadapinya berbeda-beda. Tapi saya lebih suka yang galak. Makannya rakus lebih cepat gemuk”, tutur-nya.

Cerita pengalaman Pak Tumidi dalam memelihara sapi tidak melulu menyenangkan. Beliau sempat putus asa dan tidak mau beternak sapi lebih dari 5 tahun, setelah usahanya bangkrut saat Indonesia digempur impor daging beberapa tahun yang lalu. “Saya punya sapi 3, saya rawat selama hampir 2 tahun dari kecil. Ketika mau dijual harganya tidak ada separuh-nya. Sungguh keterlaluan”, ujarnya berapi-api. “Ya wong cilik mas, dibuat mainan sama orang atas nggak bisa apa-apa.”, katanya perlahan dengan menerawang mengingat peristiwa itu.

Menurut dia, peristiwa itu banyak membuat rekan-rekan peternak seperjuangannya juga banyak yang bangkrut. Dia berharap untuk ke depan Pemerintah juga memperhatikan nasib peternak kecil sepertinya. Agar pengalaman pahit yang ia alami beberapa tahun yang lalu tidak terjadi lagi. Karena menurutnya dari peristiwa itu, anak-anaknya jadi ikutan trauma untuk menjadi peternak. Lebih memilih bekerja di kota Besar.

Apresiasi kepada investor dan kandang.in

Bapak Tumidi, awalnya tidak percaya ketika kami ajak untuk bergabung sebagai peternak koloni kandang.in di kandang yang dibangun oleh Investor kandang kandang.in. Menurut awalnya, tidak mungkin ada orang yang mau bantu permodalan untuk peternak seperti dia. “Niki kulo mboten usah nggade, tenanan mas?”, ujarnya awal dulu saat kami tawari kemitraan dengan kandang.in. (Ini saya nggak perlu menjaminkan apa-apa? Yang benar mas? – )

Lalu kami meyakinkan, masih banyak orang baik di Indonesia ini, Pak. Yang mau membantu peternak asalkan bapaknya amanah dan terus bisa mengurus ternaknya dengan baik. Kami mengedukasi bahwa dengan prinsip bagi hasil yang syariah, insyallah akan menjadi sistem ekonomi berbasis sosial yang bisa menjadi solusi untuk membantu permodalan peternak. “Insyallah mas, saya usahakan semaksimal mungkin. Semoga memang Allah memberikan jalan bagi kita semua. Niat kalian baik, semoga banyak peternak yang terbantu. Tapi harus tetap hati-hati dalam mencari peternak”, tutur beliau memberikan wejangan kepada kami.

Kami juga menjelaskan bahwa ketika bergabung sebagai mitra, bukan hanya diberi bantuan permodalan. Namun juga ada bantuan pakan konsentrat yang bisa digunakan untuk melengkapi nutrisi. Sehingga peternak tidak perlu bekerja dengan sangat keras untuk merumput. Walaupun memang masih memerlukan pencarian rumput, namun jumlahnya hanya sebagai makanan sela. Serta, kandang.in akan membantu menjualkan sapi yang siap panen kepada jagal atau end customer kandang.in sehingga harga yang diberikan bisa lebih adil bagi mereka.

Ketika menutup pembicaraan sore itu, beliau menitip pesan kepada para investor. “Sampeyan omongne mas, aku matur suwun wes diwenehi amanah. Insyallah tak jaga. Aku saiki iso ngingu sapi maneh. Umpomo enek kurange nyuwun sepuro”. (Tolong disampaikan ke investor, Aku sangat berterimakasih diberi amanah. Insyallah akan saya jaga terus kepercayaannya. Jika ada kekurangan dalam aku memelihara Sapi-sapi Anda. Mohon maaf yang sebesar-besarnya)

Kandang Koloni Kandang.in
Salamrejo, Trenggalek

Testimoni Bapak Tumidi, mitra peternak Kandang.in

Kandang.in, Startup Platform Investasi Syariah di Sektor Peternakan

By | Artikel | No Comments

Kandang.in adalah sebuah startup yang bergerak di bidang teknologi finansial. Kandang.in membuka layanan platform investasi syariah di sektor peternakan. Fitur utama Kandang.in adalah untuk menghubungkan antara investor di kota besar di Indonesia dengan peternak-peternak skala kecil dan menengah di daerah.

Fokus Kandang.in adalah ingin membantu peternak di daerah untuk bisa mengembangkan usaha dengan memberikan akses permodalan dengan prinsip syariah. Dengan menggunakan pendekatan syariah diharapkan peternak akan dapat terbantu. Kami juga berupaya untuk me-leverage bisnis peternak skala kecil dan menengah dengan membantu mereka untuk terintegrasi dengan elemen-elemen pendukung industri. Seperti, penyedia bibit, pemasok pakan, akses ke dokter hewan, permodalan syariah, serta membantu menjual hasil panen mereka ke end customer.  Sehingga kami berharap keberadaan Kandang.in bisa menjadi solusi bagi permasalahan peternakan di Indonesia.

Selain itu, Kandang.in juga ingin berperan untuk menyediakan opsi investasi berbasis syariah kepada masyarakat. Saat ini, masyarakat muslim Indonesia dihadapkan dengan kondisi yang sulit. Read More

Ini Adalah Cerita Kami

By | Artikel | No Comments

Mimpi yang terus memotivasi kami adalah menciptakan lapangan pekerjaan yang luas dan menyediakan investasi yang baik dengan cara terbaik. Kandang.in dibangun dengan semangat untuk menciptakan solusi dan memperluas kebermanfaatan investasi di sektor peternakan.

Peternak adalah sekelompok pahlawan yang terpinggirkan

Pemasok utama kebutuhan daging nasional adalah peternak dengan skala rumah tangga. Sekitar 98% kebutuhan daging sapi nasional dipenuhi oleh peternak-peternak skala kecil ini. Sisanya sekitar 2% dipenuhi oleh badan usaha, pedagang dan lain-lain. Namun jumlah peternak ini mengalami penurunan sebesar 30% sejak tahun 2003 – 2015. Masalah permodalan menjadi faktor utama penyebab banyaknya peternak yang gagal melanjutkan usahanya. Sebagian besar peternak memulai usaha dengan menggunakan pemodalan dari pinjaman Bank, koperasi, dan lembaga pinjaman lain. Pinjaman tersebut umumnya memiliki suku bunga yang cukup tinggi, sehingga memberatkan peternak. Hasil penjualan hewan ternak sebagian besar hanya cukup untuk mengembalikan pinjaman dan bunga, dan hanya sebagian kecil keuntungan yang mereka dapatkan. Oleh karena itu, umumnya peternak rumah tangga ini masih harus bekeja sampingan menjadi tenaga informal untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Selain itu sistem distributsi rantai pasok di peternakan yang berjenjang yang menyebabkan peternak tidak dapat memperoleh harga jual yang tinggi. Sehingga usaha yang mereka lakukan tidak sebanding dengan hasil yang diperoleh. Peternak selalu menjadi pihak dengan posisi tawar yang rendah. Diferensiasi keuntungan penjual perantara (makelar/blantik) lebih tinggi dibanding keuntungan yang diperoleh peternak. Kondisi ini semakin membuat banyaknya peternak rumah tangga yang memutuskan untuk menghentikan usaha di bidang peternakan. Sebuah kondisi yang ironis jika melihat peran mereka yang cukup sentral dalam memenuhi kebutuhan nasional akan daging sapi. Saatnya kita membantu mereka!

Defisit kebutuhan nasional semakin besar

Kebutuhan nasional akan daging sapi terus menerus meningkat dari tahun ke tahun. Dengan jumlah defisit daging sapi yang besar, pada tahun 2015 defisit kebutuhan daging sapi adalah sekitar 36,4% (237,88 Ribu Ton). Defisit kebutuhan daging sapi nasional ini akan semakin meningkat pada tahun-tahun mendatang dengan melihat trend jumlah peternak yang menurun dari tahun ke tahun. Untuk memenuhi defisit ini pemerintah harus melakukan impor. Padahal dengan potensi SDA dan SDM yang kita miliki, kita bisa untuk mengejar defisit tersebut untuk dapat menuju Indonesia swasembada daging sapi. Mari kita menjadi bagian solusi untuk permasalahan yang terus terjadi secara kronis dari tahun ke tahun. Jika bukan kita yang bergerak, siapa lagi?

Skema investasi yang baik untuk semua

Walaupun peternakan memiliki permasalahan-permasalahan yang harus diseleseikan, namun dari sisi investasi sektor peternakan merupakan investasi yang patut untuk dipertimbangkan. Dengan cara dan strategi berternak yang baik, investasi di sektor peternakan termasuk investasi yang menguntungkan, rendah resiko serta fluid. Model peternakan sapi intensif merupakan cara yang tepat untuk diterapkan di Indonesia. Terutama di daerah-daerah pinggiran perkotaan. Karena masih banyak ditemukan pakan-pakan dan limbah-limbah pertanian yang dapat diperoleh dengan mudah dan murah. Hal ini membuat biaya pakan bisa ditekan dan dapat meningkatkan margin keuntungan. Karena biaya pakan adalah satu biaya yang paling besar yang dikeluarkan untuk biaya peternakan sapi.

Kami ingin membangun sebuah platform investasi yang sustainable dan saling menguntungkan. Sehingga dapat memberikan keuntungan bagi investor maupun peternak. Sistem bagi hasil dengan skema syariah merupakan skema yang adil bagi kedua belah pihak. Jika keuntungan dari hasil penjualan tinggi maka bagi hasil yang diperoleh pun akan semakin tinggi. Sedangkan jika terdapat resiko-resiko yang ditimbulkan dari peternakan yang dilakukan. Kedua belah pihak akan menanggung resiko itu bersama. Sebuah skema yang tidak memberatkan salah satu pihak. Diharapkan dengan skema ini maka peternak akan lebih termotivasi dalam merawat ternak untuk dapat menghasilkan nilai bagi hasil yang lebih tinggi.

Skema tersebut menjadi peluang besar untuk Anda berinvestasi dengan basis syariah.