Category

Artikel

Meneladani cara Rasulullah SAW mengangkat derajat kaum fakir

By | Artikel | No Comments

Assalamualaikum Wr.Wb.,

Apa kabar kandangers?
Semoga kita senantiasa mendapat perlindungan dari Allah SWT. Amin.

Kali ini tim kandangin syiar akan berbagi sebuah kisah yang sangat inspiratif dan patut kita teladani dari Nabi Besar Muhammad SAW. Topik kali ini menceritakan tentang bagaimana cara Rasulullah mengangkat derajat kaum fakir. Isu ini sangat relevan dengan kondisi kita saat ini. Dimana kita lihat kesenjangan sosial banyak terjadi di lapisan masyarakat. Lalu kita sebagai, alhamdulillah yang diberi karunia rejeki lebih bagaimana cara kita mensikapi isu sosial tersebut?

Ternyata Rasulullah SAW telah memberikan contoh yang sangat efektif untuk kita tauladani.

Dalam suatu riwayat dikisahkan, Pada suatu siang Rasulullah mendapati seorang tamu laki-laki dari kalangan Anshar yang curhat kepada Rasulullah tentang kondisi ekonomi keluarganya. Orang tersebut memiliki istri dan anak, namun tidak memiliki penghasilan sama sekali. Dan dia datang ke Rasulullah untuk mengadukan kondisi yang dia alami tersebut.

Masyaallah, 
ternyata bukan sedekah atau bantuan yang langsung diberikan oleh Rasulullah kepada orang itu. Namun sebuah cara yang sangat mulia dalam mengangkat derajat kaum fakir tersebut.

Rasulullah SAW lalu bertanya kepada lelaki Anshar tersebut, “Ada sesuatu di rumahmu? ” (harta yang dimiliki)

Lelaki tersebut menjawab, “Ya ada, kami memiliki sehelai kain hilas yang sebagian kami gunakan sebagai pakaian dan alas (tikar) serta cangkir yang kami gunakan untuk minum. ”

Lalu Rasulullah memerintahkan lelaki tersebut untuk membawa harta yang dimiliki tersebut. “Ya, ambillah kedua barang tersebut”

Selanjutnya lelaki tersebut mengambil harta yang dimilikinya tersebut dan kembali ke kediaman Rasulullah.
Rasulullah mengambil barang tersebut lalu mengumumkannya di majlis yang saat itu sedang berkumpul. “Siapa yang sudi membeli barang milik lelaki ini?”

Seseorang di tengah majelis menjawab, “Saya mau membelinya 1 dirham ya Rasulullah”
Nabi diam sejenak, lalu menyerukan kembali untuk menawarkan siapa yang mau membeli dengan harga lebih tinggi. “Siapa mau membeli dengan harga lebih tinggi?” Beliau berseru sampai 3 kali untuk menawarkan barang tersebut di hadapan majelis.

Tak selang berapa lama, ada seorang yang mau menawar dengan harga yang lebih tinggi, “Saya mau membelinya dengan 2 dirham”

Akhirnya harta milik lelaki Anshar tersebut laku dengan harga 2 dirham.

Rasulullah lalu memanggil lelaki Anshar tersebut, “Gunakan 1 dirham dari uang ini untuk kebutuhan keluargamu. Dan 1 dirham yang lain untuk membeli kampak. Lalu berikan kampak itu kepadaku”. Selanjutnya lelaki anshar tersebut membeli kampak dan menyerahkan kepada Rasulullah.

Lalu Rasulullah mengambil kayu dan mengikatkan tali kepadanya. Serta menyerahkan kayu tersebut kepada Lelaki Anshar tersebut. “Belahlah kayu ini jadi kayu bakar dengan kapak itu, lalu juallah dan jangan menemuiku selama 15 hari”

Lelaki Anshar tersebut menerima perintah dan nasehat dari Rasulullah. Dia mengolah pemberian kayu dari Nabi Muhammad dan mengolahnya menjadi kayu. Kemudian menjualnya ke pasar. Dari penjualan kayu bakar tersebut dia mendapatkan 10 Dirham. 5 Dirhamnya dia berikan ke keluarganya untuk membeli pakaian dan makanan. 5 Dirham yang lain dia gunakan untuk membeli kayu untuk dijual kembali. Setelah 15 hari, lelaki Anshar tersebut mendatangi Rasulullah SAW dan menceritakan apa yang telah dia lakukan.

Lalu Rasulullah bersabda “Itu lebih baik bagimu daripada meminta-minta yang akan membuatmu malu pada hari kiamat”.

Kisah yang diriwayatkan oleh HR Abu Dawud diatas, adalah sebuah tauladan yang sangat luar biasa dari Nabi besar Muhammad SAW dalam berinteraksi dengan lapisan masyarakat terlemah. Beliau memberikan motivasi kepada kaum fakir untuk dapat terus berupaya walaupun dengan kondisi yang serba kekurangan. Selain itu beliau juga memberikan langkah dan solusi nyata bagi mereka untuk dapat meningkatkan derajat mereka. Masyaallah… 

Pelajaran dari Rasulullah dari kisah diatas dapat kita refleksikan sebagai enterpreneur. Bahwa dengan segala keterbatasan yang kita miliki, kita harus cerdas mencari jalan keluar untuk mendapatkan peluang untuk menyelesaikan masalah ekonomi yang kita hadapi.

Serta bagi kita yang memiliki kelebihan rejeki, Rasulullah memberi contoh konkret bagi kita yang ingin membantu masyarakat menengah kebawah. Bukanlah dengan memberi bantuan langsung,subsidi dan uang, tapi berikanlah mereka “kapak” agar mereka mampur berdaya dan mandiri. Serta dapat meningkatkan derajat mereka dengan kemampuan mereka sendiri.

Ini lah yang kita kenal dengan sociopreneurship. Bahwa kita berusaha bukan sekedar mencari keuntungan bagi diri sendiri, namun sebisa mungkin memberikan dampak yang luas bagi masyarakat untuk mensejahterakan masyarakat dengan memberikan kesempatan mereka untuk berusaha dan menjadi sukses serta meningkatkan harkat dan martabat hidupnya.

Semoga kita terus dapat mentauladani Rasulullah SAW dalam setiap sendi kehidupan kita. Amiin.

Insyallah bersama kandang.in kita akan menciptakan “kapak-kapak” bagi seluruh peternak skala kecil dan menengah di Indonesia. Agar keberadaan kita berarti bukan hanya untuk diri sendiri namun juga untuk Negeri.

Mari dukung peternak dengan permodalan syariah bersama kandang.in.

Akses pemesanan investasi yang berdampak sosial di
https://kandang.in/investment

Salam satu aksi, satu solusi untuk Negeri,

Tim Kandang.in Syiar

 

Setahun perjalanan Kandang.in yang penuh inspirasi

By | Artikel | No Comments

Setahun yang lalu, tepat tanggal 21 September 2017, kandang.in terlahir  untuk membuka layanan secara umum kepada masyarakat Indonesia. Bukan diawali dengan ‘hello world’ atau ucapan buzzword digital marketing yang biasanya digunakan oleh startup ketika membuka layanan kepada publik. Namun kami memulainya dengan “Bismilahirahmanirahim“. Atas nama Allah yang maha pengasih dan penyayang yang memberikan kekuatan dan keberanian untuk mewujudkan mimpi kami memulai perjalanan ini. Sebuah sistem yang kami harapkan bisa menjadi jalan ibadah kami sebagai seorang engineer untuk menciptakan teknologi yang bermanfaat luas bagi masyarakat.

Setelah hampir satu tahun kami melakukan riset dan mempersiapkan aplikasi kandang.in serta melakukan persiapan operasional. Pada saat itu, kami memilih 21 September 2017 sebagai hari pertama kandang.in meluncur dari goa tempat perakitannya. Meluncur menuju orbit berupaya bersanding dengan usaha-usaha rintisan lain yang telah terlebih dahulu eksis.

Bukan suatu kebetulan, bahwa tanggal 21 September 2017 adalah bertepatan dengan Tahun baru Hijriah. Kami sengaja memilih momen yang tepat.  Untuk menandai bahwa kandang.in lahir pada saat momen pemeringatan hijrah Nabi Besar Muhammad SAW. Semoga kandang.in juga bisa menjadi jalan hijrah juga bagi kami.

Tak terasa hari ini, kandang.in telah membuka layanan untuk 1 Tahun. Banyak instropeksi yang harus kami lakukan. Perbaikan-perbaikan layanan dan manajerial yang harus terus kami tingkatkan. Untuk menjadi sebuah usaha yang lebih baik lagi di tahun-tahun berikutnya.

Pada saat awal perjalanan yang begitu penuh tantangan sekaligus penuh dengan inspirasi. Berbagai macam kejadian yang membuat kami takjub dan percaya bahwa masih banyak orang baik di Indonesia. Bagaimana tidak, saat awal merilis kandang.in, hanya dalam waktu kurang dari 3 jam seluruh slot untuk membantu mitra peternak kami habis terpesan. Mas Guswawan, saat itu adalah mitra peternak pertama kandang.in. Padahal investor dan mitra peternak tidak saling mengenal serta terpisah ruang dan waktu. Namun kesamaan visi untuk menjadi bagian dari solusi Indonesia mempersatukan kita. Kandang.in hanya berperan menghubungkan anda dengan mereka, peternak-peternak potensial di seluruh Indonesia. Serta fenomena bahwa ternyata walaupun kami menggunakan akad syariah, namun ternyata investor tidak hanya berasal dari kalangan muslim. Dan ternyata mereka mengatakan bahwa memang konsep bagi untung dan tanggung rugi adalah sebuah konsep yang fair dan adil.  Alhamdulillah inspirasi-inspirasi tersebut semakin  meyakinkan kami untuk terus berjalan sampai saat ini.

Di tengah perjalanan, kami sempat mengalami disorientasi dengan berupaya mengejar kesana-kemari untuk eksis melalui kompetisi-kompetisi, lomba-lomba. Atau Ajang adu ide yang hanya diberi waktu 3 menit untuk menyampaikan ide di depan juri. Yang bahkan mungkin tidak mau tahu apa yang telah kami perbuat dan kami upayakan.  Padahal kami bisa berbicara dengan anda berjam-jam untuk dapat menjelaskan Visi dan Misi kami ke depan. Pitching battle, we already enough of that !

Lalu akhirnya kami menyadari bahwa bukan kompetisi jalan terbaik untuk memulai dan memperbesar kandang.in. Namun eksekusi yang jauh lebih baik yang perlu kami lakukan. Menjalin komunikasi dengan kelompok-kelompok peternak. Berkeliling Indonesia melihat potensi daerah. Menemukan pemuda-pemuda potensial di daerah yang mau berkecimpung di dunia peternakan. Belajar dari ahli dan praktisi. Mendengarkan keluh kesah mereka, harapan-harapan mereka. Karena memang pada akhirnya kandang.in harus berada diantara peternak potensial di daerah. Memberi mereka akses terhadap permodalan syariah, dukungan bisnis dan manajerial sehingga kita bisa maju dan tumbuh bersama.

Semoga di tahun selanjutnya kami bisa lebih banyak memberi kesempatan kepada peternak potensial lain di seluruh Indonesia. Menjadi bagian dari solusi ekonomi berbasis sosial kemasyarakatan yang kokoh. Yang tidak goyang diterjang isu global. Yang bisa menjadi pondasi ekonomi bangsa yang kokoh. Serta menjadi bukti bahwa ekonomi berbasis syariah adalah contoh inisiatif yang baik untuk diterapkan.

Semoga… Amiin…

Ultimate Goal kami adalah ingin menyatukan peternak-peternak dalam satu jaringan kerjasama usaha skala nasional yang kuat. Menciptakan close system supply chain, yang membantu peternak menjual langsung kepada masyarakat. Mencontek koperasi nasional petani yang sukses berjalan di Swedia dan Finlandia. Atau sistem koperasi peternak susu di Australia yang saat ini mempunyai banyak peternakan di berbagai negara. Sistem dimana  anggota peternak  memiliki saham pada perusahaan nasional. Dan mereka menjual hanya dalam sistem tersebut.  Yang akhirnya peternak dan perusahaannya  menguasai pasar-pasar. Yang memiliki supermarket sekelas Walmart. Yang keuntungan akan kembali kepada peternak. Agar mereka tidak diombang-ambingkan pedagang perantara. Agar mereka tidak disakiti lagi oleh tengkulak. Agar mereka tidak dibangkrutkan oleh kebijakan impor pemerintah. Agar mereka berdaya dan sejahtera.

Sebuah langkah panjang memang. Serta penuh tantangan. Namun kami yakin, perlahan kami akan mencapai mimpi itu. Bersama peternak Indonesia, serta bersama dengan Anda. Kita adalah solusi untuk Indonesia!

Terimakasih telah mendukung mimpi-mimpi kami. Semoga kami bisa menjadi jauh lebih baik untuk tahun-tahun berikutnya. Memberikan layanan yang terbaik untuk anda dan peternak di berbagai daerah di Indonesia.

Salam satu aksi, satu solusi untuk Negeri.

dan

Jangan berhenti jadi orang baik!

Hormat Saya,

Gilang Kurniaji
CEO Kandang.in

Daftar pilihan investasi halal dan syariah untuk muslim

By | Artikel | No Comments

Assalamualaikum Wr. Wb., Kandangers,

Kali ini tim kandang.in akan berbagi tips mengenai daftar pilihan investasi syariah yang halal dan sesuai syariah. Investasi ini dapat kita lakukan untuk dapat meningkatkan pendapatan kita serta sebagai sarana simpanan untuk masa depan.

Investasi dan muamalah sebenarnya merupakan kegiatan ekonomi yang sangat dianjurkan antara sesama muslim. Tujuan dari kegiatan ekonomi ini adalah untuk memperkuat ekonomi umat serta meningkatkan ukuwah antar sesama umat Islam. Oleh karena itu, sesungguhnya kita didorong untuk melakukan kerjasama dan kegiatan ekonomi yang saling menguntungkan. Apalagi yang memiliki dampak sosial yang tinggi kepada umat.

Salah satu fungsi utama kegiatan ekonomi yang muliaantar sesama muslim seperti yang tertuang dalam Surat Al Hasyr ayat 7, adalah
 agar harta-harta tersebut tidak hanya beredar di antara orang-orang Kaya saja di antara kamu.

Sehingga dengan kegiatan ekonomi dan muamalah antara sesama muslim dapat memberikan manfaat luas kepada masyarakat. Bukan hanya sekedar mencari keuntungan semata.

Sebagai seorang muslim kita tentu perlu sangat berhati-hati dalam memilih investasi atau kegiatan ekonomi yang akan kita lakukan. Karena kita perlu menjaga ke-halal-an dan kesesuaian dengan syariah atas kegiatan ekonomi yang akan kita lakukan. Namun hal itu, tentunya bukan menjadi halangan bagi kita untuk melakukan kegiatan ekonomi, terutama investasi. Karena pada dasarnya Rasulullah Muhammad SAW telah memberikan beberapa contoh kegiatan ekonomi yang baik dan halal. Kita ketahui bersama bahwa Rasulullah merupakan seorang saudagar ulung yang sangat terkenal dalam kebaikan dalam melakukan kegiatan ekonomi yakni perdagangan.

Beberapa jenis pilihan kegiatan ekonomi atau investasi yang halal dan sesuai syariah antara lain,

  • Kerjasama usaha

Kerjasama usaha ini sangat dianjurkan dilakukan sesama muslim. Karena dengan adanya muamalah untuk membuat sebuah usaha bersama atau kongsi antar muslim akan dapat memperkuat ekonomi Islam. Serta dapat menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat. Dalam penerapannya di dunia modern, kita bisa bekerja sama dengan rekan untuk menjalankan usaha secara bersama. Ada yang berperan sebagai pemilik modal ada pula yang berperan sebagai pelaksana usaha. Atau semua pihak sepakat untuk menyumbang modal usaha dan bekerja untuk menjalankan usaha secara bersama.

  • Menyewakan Lahan

Bagi yang telah memiliki lahan dan tidak terpakai. Pilihan untuk menyewakan lahan atau bekerja sama dengan pelaku usaha untuk memanfaatkan lahan tersebut juga menjadi pilihan investasi yang baik. Bahkan tipe investasi ini, juga dicontohkan oleh Rasulullah Muhammad SAW. Beliau memiliki lahan yang luas di daerah khurdi dan menyerahkan penggerjaan lahan tersebut kepada kaum Yahudi. Dalam akad muamalah tersebut, Rasulullah akan memperoleh setengah dari hasil pengelolaan lahan tersebut. Sehingga lahan yang tidak termanfaatkan tersebut akhirnya dapat termanfaatkan dan menjadi lahan yang produktif.

  • Logam Mulia

Kepemilikan logam mulia juga merupakan salah satu pilihan investasi halal yang seringkali dilakukan oleh umat muslim. Nilai dari logam mulia yang cenderung stabil dan bahkan naik dari tahun ke tahun menjadi alasan untuk melakukan investasi pada logam mulia. Sehingga investasi pada logam mulia menjadi pilihan investasi dan tabungan jangka panjang yang menarik. Namun jangan lupa untuk melakukan pembayaran zakat terhadap kepemilikan logam mulia yang kita miliki.

  • Pembelian Properti atau Tanah

Tanah dan properti merupakan pilihan investasi yang saat ini menjadi pilihan investasi yang sangat baik. Harga tanah dan properti akan terus mengalami kenaikan dari waktu ke waktu. Sehingga investasi ini dapat dijadikan pilihan. Namun perlu diingat bahwa proses pembelian dari properti dan tanah ini sebaiknya menghindari transaksi ribawi.

Lalu bagaimana jika kita belum mampu membeli tanah dan properti namun tetap ingin berinvestasi pada instrumen investasi ini? Pada saat ini mulai banyak inisiatif patungan untuk membeli tanah dan properti yang nantinya akan dibagi hasil dari keuntungan penjualannya.

  • Deposito syariah dan produk perbankan syariah

Perbankan syariah mulai dilirik umat muslim sebagai sarana untuk melakukan kegiatan ekonomi. Beberapa produk perbankan syariah, seperti deposito syariah saat ini telah menggunakan akad yang sesuai syariah. Dengan tidak memberikan interest (bunga) namun perhitungan bagi hasil yang transparan dari hasil usaha yang dilakukan oleh Bank Tersebut. Semoga usaha yang dilakukan bank juga memenuhi azas syariah dan halal tanpa transaksi riba. Sehingga deposito atau produk perbankan yang kita miliki juga baik dan halal.

  • Reksadana Syariah

Reksadana syariah pada umumnya memiliki skema yang sama dengan kerjasama usaha pada poin pertama. Namun pada reksadana syariah, kita berperan sebagai pemilik modal pasif yang mempercayakan pengelolaan harta kita kepada manajemen investasi syariah. Manajer investasi ini akan melakukan pengelolaan terhadap harta kita dengan menginvestasikan kepada proyek, perusahaan, atau usaha dengan akad yang halal serta tidak melakukan dan menjual hal-hal yang haram. Sehingga reksadana syariah dapat menjadi salah satu pilihan bagi kita untuk melakukan investasi.

  • Hewan Ternak

Investasi hewan ternak ini merupakan investasi yang juga dicontohkan oleh Rasulullah Muhammad SAW. Rasulullah semasa hidupnya merupakan penggembala kambing. Bahkan beliau memiliki puluhan Unta. Unta ini juga digunakan sebagai mahar pernikahan beliau dengan Siti Khadijah. Nilai kepemilikan Unta-unta ini jika dinilai pada saat ini bisa bernilai Milyaran rupiah.

Investasi pada ternak ini merupakan contoh investasi yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW serta beberapa Nabi-Nabi juga memiliki mata pencaharian sebagai peternak atau penggembala. Jika kita ingin mentauladani beliau dengan menginvestasikan kepada hewan ternak. Saat ini tersedia layanan beternak online melalui sistem kandang.in yang berbasis syariah. Selain mentauladani Nabi Muhammad SAW, berinvestasi di hewan ternak melalui kandang.in juga memiliki dampak sosial membantu peternak skala kecil dan menengah di daerah-daerah untuk dapat memulai usaha dan meningkatkan usahanya. Sehingga dapat menjadi pondasi ekonomi berbasis umat yang kuat dan saling menguntungkan.

  • Sedekah dan Wakaf Produktif

Selain jenis investasi yang orientasinya pada keuntungan duniawi. Sudah sewajarnya kita menyisihkan sebagian untuk investasi akhirat kita. Melakukan sedekah, selain untuk  membantu sesama, juga dapat menjadi investasi akhirat kita. Bahkan nilai sedekah yang kita berikan juga akan dibalas dengan nilai berlipat ganda oleh Allah SWT.

Wakaf produktif juga menjadi salah satu investasi akhirat yang perlu kita lakukan. Dengan melakukan wakaf produktif yang nilainya akan terus bertambah sampai akhir zaman. Insyallah dapat menjadi investasi kita untuk akhirat kita. Serta dapat mengembangkan ekonomi Islam.

Perlu terus kita ingat bahwa,

“Barang siapa yang menghendaki keuntungan di akhirat akan Kami tambah keuntungan itu baginya dan barang siapa yang menghendaki keuntungan di dunia Kami berikan kepadanya sebagian dari keuntungan dunia dan tidak ada baginya suatu bahagia pun di akhirat.” (QS. Asy-Syura: 20)

Semoga kita menjadi umat yang sejahtera dengan menjalankan prinsip kegiatan ekonomi syariah yang halal dan saling menguntungkan.
Amiin.

Salam,

Kandang.in Syiar

 

Bagaimana cara mengatur anggaran keuangan yang baik

By | Artikel | No Comments

Assalamualaikum Kandangers,

Apakah kalian seringkali merasa gaji kalian hilang entah kemana? 

Atau ketika ingin membeli sesuatu barang, selalu impulsive, akhirnya barang-barang tersebut malah mangkrak tidak berguna?

Atau tiba-tiba kalian terkena musibah dan akhirnya terpaksa pinjam uang ke teman atau ke orang tua. 

Bahkan terlanjur punya cicilan yang buat bayarnya berat banget. 

Jika kalian mulai mengalami fenomena diatas, mungkin ada yang salah dengan manajemen pengelolaan pendapatanmu.

Mari kita bahas tentang bagaimana pengelolaan finansial yang baik agar pengelolaan finansialmu lebih teratur dan baik.

Ternyata pengelolaan finansial personal atau keluarga itu juga perlu dianggarkan dengan baik layaknya penganggaran sebuah perusahaan lho. Walaupun kesannya sepele, pengaturan anggaran personal dapat memberikan dampak yang positif pada kondisi finansial kita. Karena dengan penganggaran yang bagus, kita bisa mengatur dan memperkirakan aliran dana untuk berbagai keperluan kita. Sehingga manajemen keuangan kita bisa lebih tertib dan teratur.

Kali ini tim kandangin, akan mencoba berbagi tips sederhana bagaimana cara mengatur rencana anggaran personal atau keluarga.

Pertama yang harus dilakukan adalah kita menentukan pos-pos anggaran yang harus kita pisahkan. Secara garis besar, menurut manajer finansial kebutuhan personal atau keluarga dibagi menjadi 10 pos anggaran utama, antara lain,

  1. Kebutuhan untuk tempat tinggal,
  2. Kebutuhan untuk makan
  3. Kebutuhan personal
  4. Biaya utilitas (Telepon, internet, air, kebersihan, keamanan, dll)
  5. Biaya tranportasi
  6. Biaya kesehatan
  7. Biaya rekreasi
  8. Kebutuhan tidak terduga
  9. Tabungan dan Investasi
  10. Donasi (Zakat, Infaq, Wakaf dan Shodaqoh)

10 pos anggaran yang disebutkan diatas merupakan pos-pos yang lazim dikeluarkan oleh kita dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Untuk dapat melakukan manajemen anggaran yang baik, kita perlu untuk mengalokasikan pendapatan kita untuk masing-masing pos tersebut. Mari kita bahas lebih lanjut kira-kira bagaimana konfigurasi alokasi pendapatan untuk tiap-tiap pos anggaran berikut.

  1. Kebutuhan tempat tinggal  (20 – 25 % dari pendapatan)
    Kebutuhan tempat tinggal ini adalah kebutuhan utama yang pasti kita keluarkan jika kita hidup mandiri dan sudah tidak tinggal lagi dengan orang tua. Kebutuhan tempat tinggal ini bisa diartikan sebagai biaya sewa rumah atau biaya cicilan per bulan. Nilainya berkisar antara 20 – 25 persen dari total pendapatan bersih kita.
  2. Kebutuhan untuk makan (10 – 15% dari pendapatan)
    Kebutuhan untuk makan ternyata cukup 10 -15% dari pendapatan kita. Makan memang menjadi kebutuhan utama. Bahkan saat ini makan pun sudah menjadi sarana rekreasi keluarga.  Namun kita tetap harus bisa mengatur agar pos pengeluaran untuk makan ini tidak membengkak. Biasanya pos ini seringkali menjadi pos yang dicurangi oleh kita. Karena godaan untuk mencicipi kuliner yang enak di kota kita. Hal ini bisa kita imbangi dengan mencoba untuk memasak makanan kita sendiri agar biaya yang dikeluarkan bisa jauh lebih murah dibanding beli di rumah makan atau restoran.
  3. Kebutuhan untuk personal (5 – 10% dari pendapatan)
    Kebutuhan personal ini mencakup pengeluaran untuk menunjang penampilan kita. Seperti cukur di barbershops, perawatan di salon untuk perempuan. Serta membeli hijab atau baju kantor dari online shop. Pos anggarannya maksimal 10% dari pendapatan bulanan kita. Kita juga harus bisa mengatur prioritas untuk kebutuhan personal ini. Mana yang merupakan kebutuhan utama dan mana yang keinginan. Utamakan untuk memenuhi kebutuhan utamamu terlebih dahulu yang bisa menunjang penampilan kamu saat ke kantor atau kajian, dan datang di acara-acara penting.
  4. Biaya utilitas (5 % dari pendapatan)
    Biaya utilitas ini meliputi biaya yang harus kita keluarkan untuk membayar pulsa, paket internet, listrik, air, kebersihan dan keamanan serta biaya utilitas lainnya. Biaya ini biasanya bisa kita atur maksimal 5% dari pendapatan bulanan. Namun jika kamu pekerja kreatif yang memang biaya internet menjadi kebutuhan penting penunjang pekerjaan. Kamu bisa set biaya utilitas ini sampai 10%, asalkan memang tujuannya untuk keperluan produktif.
  5. Biaya transportasi (5-10% dari pendapatan)
    Biaya transportasi ini adalah biaya yang harus kamu keluarkan untuk komuting harian dari rumah ke kantor sampai ke rumah lagi. Serta mungkin biaya untuk perawatan kendaraan kamu jika kamu lebih sering pakai kendaraan pribadi ke kantor. Untuk menekan cost dari sektor transportasi ini, sebaiknya kita menggunakan transportasi umum agar biaya yang dikeluarkan bisa ditekan. Sekaligus mengurangi kemacetan, yes!
  6. Biaya kesehatan (5-10% dari pendapatan)
    Biaya kesehatan ini adalah biaya yang harus kita siapkan untuk menjaga kesehatan kita. Seperti biaya ikut yoga, atau biaya gym, biaya futsal. Serta mungkin untuk membeli suplemen kesehatan yang bisa menunjang kesehatan kita. Ingat sehat itu adalah rejeki yang sangat besar. Kita harus tetap menjaga kesehatan kita! And stop smoking!
  7. Biaya rekreasi (5-10% dari pendapatan)
    Ternyata kita juga perlu dari awal untuk menyisihkan sebagian pendapatan kita untuk rekreasi yang dapat menyegarkan pikiran kita agar kembali produktif. Tips yang bisa dicontoh dari orang-orang di benua eropa. Mereka menyisihkan 10% dari pendapatan bulanan mereka dan diinvestasikan dalam jangka waktu pendek (6-12 bulan). Selanjutnya mereka akan menggunakan uang tersebut untuk long vacation di saat musim panas atau dingin untuk melakukan rekreasi tahunan. Hal ini ternyata bisa meningkatkan produktivitas kerja mereka setelah melakukan liburan dengan pengalaman yang baru. Let’s prepare for your vacation, next year!
  8. Kebutuhan tidak terduga (5-10% dari pendapatan)
    Pos satu ini seringkali terlewatkan untuk dialokasikan. Kebutuhan tidak terduga ini dapat juga untuk meng-cover jika kamu tiba-tiba sakit. Atau tiba-tiba laptop kerjamu, ngadat dan kamu harus segera membeli baru untuk bisa produktif kembali. Kita bisa alokasikan 5-10% dari total pendapatan. Banyak yang mengalokasikan kebutuhan tidak terduga ini menjadi premi asuransi jiwa atau asuransi kesehatan. Namun jika kamu masih belum yakin tentang haram/halal-nya asuransi, bisa mencoba dengan menabungnya atau diinvestasikan pada portofolio investasi yang fluid dan jangka pendek.
  9. Tabungan dan Investasi (5-10% dari pendapatan)
    Tabungan di hari tua atau tabungan jangka menengah ini wajib kita alokasikan setiap bulannya. Sesuai artikel terdahulu di kandang.in kita juga bisa mencoba mengkonversi tabungan konvensional kita di bank dengan investasi agar nilai tabungan ini bisa terus diatas nilai inflasi dan memiliki compunding effect. (https://blog.kandang.in/kenapa-sih-kita-harus-melakukan-investasi/)
  10. Donasi (5-10% dari pendapatan)
    Ternyata menurut penelitian dengan memberikan donasi, dapat memberikan efek kebahagian yang baik untuk kita. Ditambah lagi jika kita lihat dari perintah untuk bersedekah, akna membawa kebaikan dan rejeki yang berlipat ganda untuk kita. Jadi, mari kita sisihkan sebagian pendapatan bulanan kita untuk melakukan Zakat, Infaq, Wakaf dan Shodaqoh. Agar rejeki yang kita peroleh juga bermanfaat untuk masyarakat luas.

Itulah komposisi alokasi anggaran yang biasa dipakai oleh manajer finansial untuk memberikan template manajemen keuangan personal atau keluarga. Jika kita telah menyusun alokasi anggaran seperti diatas, kita perlu istiqomah untuk melakukan pencatatan dan pengawasan terhadap pengeluaran kita untuk tiap-tiap pos tersebut. Sehingga manajemen keuangan kita bisa lebih baik dan terkontrol.

Kalian bisa mencoba menggunakan aplikasi-aplikasi untuk melakukan pencatatan finansial yang banyak tersedia di google play. Atau bisa juga menggunakan excel sheets sederhana. Silahkan memilih tools mana saja yang membuat kalian nyaman dalam melakukan penganggaran dan pencatatan pengeluaran.

Kalau Nia, sekarang membuka akun di salah satu startup fintech yang menyediakan online banking yang sangat mudah digunakan untuk pengalokasian keuangan. Bahkan bisa membuat kartu debit untuk tiap pos-pos penganggaran. Alhamdulillah, sangat membantu.

Sekian tips dan sharing dari kandang.in kali ini. Bagaimana pendapatmu atau pengalamanmu tentang pengaturan anggaran keuanganmu? Silahkan berbagi, bertanya dan berdiskusi di komentar ya.

Salam

Tim Info Kandang.in

Adab memberikan pinjaman dalam Islam

By | Artikel | No Comments

Assalamualaikum Kandangers,

Bagi kalian yang seringkali diminta bantuan untuk memberikan pinjaman kepada teman atau saudara. Yuk, kita pelajari bagaimana adab yang baik dalam memberikan pinjaman menurut islam.

Yang pertama, pemberian pinjaman hutang itu adalah bentuk aksi sosial untuk membantu kesulitan orang lain. Maka utamakan hanya memberi ketika kondisi yang mau berhutang dalam kondisi darurat. Karena pinjaman yang baik adalah pinjaman yang bertujuan untuk membantu kesulitan sesama manusia. Jika mereka berhutang untuk keperluan konsumtif. Seperti mau beli motor buat jadi Ojek online, atau dp mobil buat jadi takol, atau bangun rumah. Sebaiknya kita menunda memberi pinjaman hutang. Lebih baik menggunakan akad kerjasama lain.

Namun jika mereka meminjam memang karena kesulitan yang darurat, maka berikanlah pinjaman dengan niat tulus dan ikhlas untuk membantu. Dalam suatu hadist, Rasulullah mengatakan bahwa pinjaman yang meringankan kesedihan (kesulitan) orang lain akan dibalas dengan kemudahan di dunia dan akhirat. Amiin.

Selanjutnya jika kita telah memberi pinjaman, jangan sampai kita meng-hina-kan mereka yang berhutang kepada kita. Jangan menyebarkan aib tentang hutang mereka kepada orang lain. Insyallah Allah akan membalas dengan menutupi aib kita, jika kita juga menutup aib orang lain.

Hadist yang digunakan sebagai rujukan dalam adab keutamaan memberikan pinjaman untuk membantu kesulitan rekan atau saudara kita,

Barangsiapa meringankan sebuah kesusahan (kesedihan) seorang mukmin di dunia, Allah akan meringankan kesusahannya pada hari kiamat. Barangsiapa memudahkan urusan seseorang yang dalam keadaan sulit, Allah akan memberinya kemudahan di dunia dan akhirat. Barangsiapa menutup ‘aib seseorang, Allah pun akan menutupi ‘aibnya di dunia dan akhiratAllah akan senantiasa menolong hamba-Nya, selama hamba tersebtu menolong saudaranya.” (HR. Muslim no. 2699)

Ketika jangka waktu penagihan tiba, lakukan penagihan dengan cara yang baik. Ingatkan akan hutang yang telah disepakati pembayaran tersebut. Karena jika mereka ingkar padahal dalam kondisi memiliki uang untuk melunasi. Akan menjadi hambatan dalam hisab mereka di hari kiamat. Sebagai rekan yang baik sudah sepatutnya kita saling mengingatkan.

Semoga Allah merahmati seseorang yang bersikap mudah ketika menjual, ketika membeli dan ketika menagih haknya (utangnya).” (HR. Bukhari no. 2076)

Siapa saja yang ingin meminta haknya, hendaklah dia meminta dengan cara yang baik baik pada orang yang mau menunaikan ataupun enggan menunaikannya.” (HR. Ibnu Majah no. 1965. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shohih)

Namun jika memang dalam kondisi yang sulit untuk melunasi, berilah tenggang waktu kepada mereka dengan cara yang baik. Dalam suatu hadist, Rasulullah mengatakan bahwa jika ada orang yang memberikan tenggang waktu pembayaran hutang karena terjadi kesulitan pembayaran, Allah akan memberikan naungan ‘Arsy di hari kiamat’.

Allah Ta’ala pun berfirman terkait hal ini dalam surat Al Baqoroh ayat 280

Dan jika (orang yang berhutang itu) dalam kesukaran, maka berilah tangguh sampai dia berkelapangan. Dan menyedekahkan (sebagian atau semua utang) itu, lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.” (QS. Al Baqarah: 280)

Terdapat pula hadist-hadist yang menyatakan keutamaan memberikan kemudahan atau tenggat waktu pembayaran hutang. Bahkan amalan ini diriwayatkan akan dapat memberikan keringanan saat hisab di hari kiamat nanti.

Barangsiapa memberi tenggang waktu bagi orang yang berada dalam kesulitan untuk melunasi hutang atau bahkan membebaskan utangnya, maka dia akan mendapat naungan Allah.” (HR. Muslim no. 3006)

Barangsiapa memberi tenggang waktu pada orang yang berada dalam kesulitan, maka setiap hari sebelum batas waktu pelunasan,  dia akan dinilai telah bersedekah. Jika utangnya belum bisa dilunasi lagi, lalu dia masih memberikan tenggang waktu setelah jatuh tempo, maka setiap harinya dia akan dinilai telah bersedekah dua kali lipat nilai piutangnya.” (HR. Ahmad, Abu Ya’la, Ibnu Majah, Ath Thobroniy, Al Hakim, Al Baihaqi. Syaikh Al Albani dalam As Silsilah Ash Shohihah no. 86 mengatakan bahwa hadits ini shohih)

“Beberapa malaikat menjumpai ruh orang sebelum kalian untuk mencabut nyawanya. Kemudian mereka mengatakan, “Apakah kamu memiliki sedikit dari amal kebajikan?” Kemudian dia mengatakan, “Dulu aku pernah memerintahkan pada budakku untuk memberikan tenggang waktu dan membebaskan utang bagi orang yang berada dalam kemudahan untuk melunasinya.” Lantas Allah pun memberi ampunan padanya.” (HR. Bukhari no. 2077)

Yang terakhir, jangan pernah mengambil keuntungan apapun dari pinjaman hutang yang kamu berikan. Karena keuntungan yang kita peroleh dari piutang tersebut termasuk riba. Insyallah, Allah akan memberikan balasan pahala yang jauh lebih besar pada pinjaman yang baik kepada saudara kita dengan niat membantu yang ikhlas.

Jadi bagaimana dengan banyaknya kasus fintech pinjam meminjam yang saat ini sedang viral?

Karena memang tujuan mereka bukan untuk sosial dan lebih kearah mencari keuntungan dengan mempermudah hutang. Tanpa memikirkan apakah hutang itu konsumtif atau untuk membantu kesusahan orang lain. Keberadaan aplikasi online tersebut akan memberikan lebih banyak mudharat dibanding dengan manfaat di masyarakat.

Jika memang tujuannya mendapatkan keuntungan sebaiknya akadnya adalah kongsi (kerjasama) bisnis. Yang akadnya sudah diatur dengan beberapa akad seperti mudharabah. Dengan melakukan pemberdayaan dan kerjasama bisnis yang baik. Insyallah akan menciptakan usaha-usaha yang jauh lebih produktif dan diridhoi oleh Allah. Amiin.

Semoga kita bisa lebih paham tentang muamalah pinjam dan hutang ini.

Salam,

Kandangin Syiar

referensi

https://rumaysho.com/149-mudahkanlah-orang-yang-berutang-padamu.html

Kenapa sih kita harus melakukan investasi?

By | Artikel | No Comments

Pertanyaan ini sering terlontar dari beberapa rekan-rekan ketika tim kandang.in memperkenalkan platform ini. Ternyata memang literasi tentang investasi ini masih rendah di berbagai kalangan. Bahkan di rekan-rekan yang memiliki jenjang pendidikan tinggi. Banyak dari kita yang masih belum begitu ngeh, dengan investasi-investasi ini. 

Sebenarnya hal ini merupakan hal yang wajar. Karena pengenalan terkait kecakapan finansial ini jarang sekali disosialikasikan kepada generasi kita. Padahal di negara-negara lain, kecapakan finansial ini sudah selayaknya sebuah bidang studi wajib yang diperkenalkan sejak usia sekolah. Bahkan Robert T Kiyosaki, dalam bukunya mengatakan seharusnya kita mengajari anak-anak kita tentang konsep kecakapan finansial ini lebih dahulu daripada science. Karena kecakapan finansial ini nantinya salah satu keterampilan yang akan menjadi dasar bagi tiap individu untuk mencapai kemandirian finansial ketika dewasa.

Kali ini tim kandang.in akan mencoba memaparkan alasan-alasan kenapa kita seharusnya melakukan investasi dan memperkenalkan konsep investasi ini pada generasi muda,

  • Nilai uang kita terus turun karena Inflasi

Pernahkah kalian sadari bahwa ternyata “nilai” dari uang yang kita simpan itu berkurang dari waktu ke waktu. Jika kita ingat mungkin 5-10 tahun yang lalu kita bisa membeli barang yang sama dengan harga yang lebih murah dibanding dengan saat ini. Fenomena tersebut salah satunya disebabkan oleh adanya inflasi. Inflasi adalah penurunan nilai mata uang  terhadap harga barang dan jasa di suatu negara. Nilai inflasi ini menunjukkan tingkat penurunan nilai uang kita terhadap barang dan jasa dari satu rentang waktu.

Lalu berapa nilai penurunan ini di Indonesia? Menurut data BPS sepanjang 2017, nilai inflasi Indonesia mencapai 3.61 per tahun. Jadi nilai uang yang kita simpan akan berkurang nilainya sebesar 3.61 % tiap tahun. Padahal jika kita “hanya” menyimpan uang kita pada tabungan Bank, bunga yang diberikan saat ini di angka 1 – 2 % per tahun. Artinya jika kita hanya menyimpan dalam bentuk simpanan tabungan, nilai uang kita akan terus turun. Belum lagi adanya potongan administrasi dari pihak Bank.

Demi upaya menjaga agar nilai uang kita minimal tetap dari tahun ke tahun, kita perlu untuk melakukan investasi terhadap kekayaan kita. Dengan investasi yang tepat, kita bisa menjaga uang kita diatas nilai inflasi nasional. Kita bisa memilih untuk melakukan investasi yang low risk dan low return yang penting presentase ROI – Return On Investement diatas nilai inflasi. Atau kita bisa memilih untuk berinvestasi pada instrumen investasi yang memiliki nilai ROI yang lebih menguntungkan. Sehingga nilai uang kita akan jauh meningkat di masa yang akan datang. Silahkan memilih strategi investasi anda dengan bijak.

  • Investasi sebagai aset di masa depan

Jika saat kita kecil, kita seringkali mendengar pameo, “Hemat pangkal kaya” atau “Menabung untuk Masa depan”. Sebenarnya hal tersebut bukan hal yang salah untuk memperkenalkan konsep menabung daripada menghamburkan uang. Namun ketika kita sudah memasuki usia produktif, agaknya konsep seperti itu perlu kita revisi. Seperti telah dibahas pada poin pertama, ternyata dengan menabung saja tidak mampu untuk menjaga nilai uang kita dibanding inflasi. Apalagi kita gunakan tabungan sebagai instrumen simpanan masa depan.

Lalu bagaimana? 

Investasi yang tepat sebenarnya merupakan salah satu cara kita untuk menabung untuk aset di masa depan. Kita perlu mengalokasikan sebagian pendapatan kita ke investasi. Salah satu pakar ekonomi mengatakan bahwa porsi Investasi dari pendapatan kita adalah 10-20 % dari pendapatan kita. Dengan istiqomah melakukan investasi, maka nilai 10 – 20% dari pendapatan tersebut akan terakumulasi dan terus bertumbuh. Dalam istilah ekonomi dikenal dengan compunding effects. 

Ilustasi dari compunding effects, jika kita investasi pada instrumen investasi sebesar Rp 1.000.000 dengan nilai ROI sekitar 5 % per tahun. Maka di tahun kedua kita akan mendapatkan Rp 1.050.000. Jika kita terus menginvestasikan pada instrumen yang sama. Maka nilai investasi kita di tahun ketiga menjadi Rp 1.102.500. Begitu seterusnya sehingga nilai uang kita akan terus bertambah dari tahun ke tahun. Dan pada tahun kesepuluh nilai uang anda menjadi, Rp 1.551.328.

Nilai uang tersebut akan berada diatas nilai inflasi jika tidak terjadi kenaikan inflasi yang jauh diluar kewajaran. Sehingga nilai kekayaan anda akan bertambah dari waktu ke waktu. Oleh karena itu, jika kita istiqomah dalam melakukan investasi pada instrumen yang tepat dengan menyisihkan sebagian pendapatan kita. Insyallah akan dapat menjadi tabungan kita di masa yang akan datang.

  • Investasi sebagai upaya mendapatkan passive income 

Sebagai seorang pekerja yang memiliki pendapatan bulanan. Biasanya kita sangat menginginkan untuk memiliki penghasilan tambahan diluar gaji bulanan. Banyak dari kita yang melakukan usaha-usaha sampingan demi untuk mendapatkan pemasukan tambahan. Namun, bagi pekerja yang sibuk, terkadang hal tersebut tidak mungkin dilakukan. Karena tenaga dan pikiran yang sudah tersedot penuh pada pekerjaan sehari-hari. Untuk tipe pekerja semacam ini, sebenarnya dengan investasi yang tepat mereka bisa mendapatkan penghasilan tambahan.

Investasi semacam ini dapat menjadi passive income atau pendapatan pasif. Karena dengan tidak melakukan usaha, kita bisa mendapatkan keuntungan dari investasi yang dilakukan. Sehingga nilai pendapatan kita bertambah. Biasanya bagi orang yang ingin menjadikan investasi sebagai passive income. Mereka memilih investasi dengan nilai ROI yang lebih tinggi dengan tingkat resiko yang terukur. Karena dengan nilai ROI yang baik maka jumlah passive income-nya akan lebih terasa.

  • Investasi pada industri dan perekonomian dalam negeri adalah pondasi ekonomi nasional

Akhir-akhir ini kita mendengar isu bahwa nilai mata uang kita merosot tajam di banding dengan mata uang dollar amerika. Banyak dari pakar ekonomi mengatakan bahwa hal tersebut terjadi karena pondasi ekonomi kita kurang kuat.

Kenapa kurang kuat? 

Salah satunya karena nilai investasi asing yang mendominasi perusahaan dan industri dalam negeri. Sedangkan nilai investasi yang kita lakukan  untuk industri dan ekonomi dalam negeri masih sangat minim. Jika investasi dilakukan oleh orang asing ke Indonesia jauh lebih dominan dibanding investasi yang dilakukan masyarakat dalam negeri, maka kondisi kita akan rawan saat ada stimulus ekonomi dari luar negeri. Hal ini dikarenakan investor luar negeri tidak memiliki loyalitas terhadap kondisi dalam negeri suatu negara. Mereka bisa dengan mudah untuk memindahkan nilai investasi mereka ke luar negeri yang menjanjikan keuntungan lebih. Sehingga terjadilah kejadian seperti yang saat ini terjadi nilai tukar uang kita melemah dibanding dengan Amerika yang sedang menawarkan keuntungan lebih bagi para investor.

Bayangkan jika, nilai investasi dalam negeri bisa dominan terhadap perusahaan dan ekonomi dalam negeri. Maka kita akan jauh lebih kuat ketika ada stimulus dari luar negeri. Karena kita pastinya akan memiliki loyalitas dan keinginan untuk menjaga iklim ekonomi dalam negeri tetap berada dalam kondisi baik. Sehingga nilai mata uang dan investasi dalam negeri tetap dalam kondisi yang stabil.

Ditambah lagi dengan melakukan investasi pada perusahaan dan industri dalam negeri dampak yang ditimbulkan kepada perekonomian nasional sangat besar. Salah satunya adalah penciptaan lapangan pekerjaan yang luas di masyarakat. Serta menggerakkan ekonomi dalam negeri.

Terkait hal tersebut, salah seorang petinggi Bank Indonesia menyatakan bahwa sebenarnya dengan konsep ekonomi syariah yang sangat mendukung adanya investasi antar masyarakat untuk menciptakan peluang usaha merupakan salah satu cara yang baik untuk meningkatkan pondasi ekonomi nasional tersebut. Usaha-usaha skala kecil dan menengah yang dilakukan secara bersama-sama dengan sistem bagi hasil akan jauh lebih sustain dalam kondisi perang dagang antar negara seperti pada saat ini. Karena stimulus ekonomi yang besar, adalah aktivitas ekonomi yang terjadi di dalam negeri. Antar masyarakat Indonesia.

Beberapa poin diatas adalah alasan-alasan utama kenapa sebaiknya kita mulai mencoba untuk melakukan investasi. Semoga kita bisa mencapai kemandirian finansial di usia produktif kita. Dan mencapai kemakmuran sesuai dengan apa yang kita harapkan.

Salam,

Kandang Syiar

Wakaf produktif solusi ekonomi islam berbasis sosial kemasyarakatan

By | Artikel | No Comments

Wakaf produktif atau wakaf tunai merupakan salah satu instrumen ekonomi syariah yang belum banyak diketahui dan dipahami oleh sebagian besar muslim. Padahal instrumen ini akan menjadi salah satu pilar penting dalam ekonomi Islam. Jika telah banyak diterapkan di aspek kehidupan muslim. Prinsip dari penerapan wakaf tunai ini sangat fleksibel sebagai stimulus untuk pengembangan ekonomi islam berbasis ekonomi kerakyatan.

Seperti yang telah kita ketahui bersama instrumen ekonomi islam yang telah banyak kita ketahui antara lain Zakat, Infaq dan Sodaqoh serta Wakaf. Instrumen ini diperkenalkan sebagai instrumen ekonomi yang memiliki dampak sosial di masyarakat dengan prinsip sharing economy. Yakni sistem untuk membagikan kelebihan harta dari suatu kelompok  untuk diberikan kepada kemaslahatan ummat terutama membantu kaum dhuafa maupun untuk keperluan ummat lain.

Namun Wakaf Produktif memiliki porsi tersendiri dalam membangun ekonomi ummat. Alih-alih sebagai instrumen yang tertuju hanya untuk keperluan ibadah. Wakaf produktif memiliki peran yang berbeda. Peran utamanya adalah untuk membangun ekonomi islam dan membuka peluang usaha bagi ummat. Fleksibilitas implementasi Wakaf produktif ini dapat digunakan sebagai stimulus untuk mengembangkan ekonomi syariah ummat muslim secara lebih luas. Jika dibandingkan dengan instrumen seperti Zakat memiliki keterbatasan penyaluran hanya kepada tujuh Asnaf yang telah ditentukan. Serta Infaq dan Sodaqoh umumnya memang dikhususkan untuk kegiatan keagamaan dan membantu kaum dhuafa. Wakaf produktif atau wakaf tunai ini sebenarnya sangat berperan untuk membangun perekonomian islam.

Sedangkan Wakaf yang saat ini lazim kita kenal. Umumnya adalah penyerahaan harta dalam bentuk tanah, atau bangunan untuk dipergunakan untuk pembangunan Masjid, Pendidikan Islam dan Bangunan-bangunan untuk kemaslhatan umat lainnya. Wakaf produktif lebih ditujukan untuk membantu ekonomi islam agar terus berkembang dengan prinsip ekonomi kemasyarakatan berbasis syariah. Oleh karena itu, untuk membangkitkan kembali ekonomi Islam, kita perlu untuk menggali dan menerapkan manfaat wakaf produktif ini di masyarakat.

Inspirasi Wakaf Produktif atau Tunai dari Sahabat Utsman Bin Affan, wakaf produktif yang membangkitkan ekonomi umat muslim dan pahala yang mengalir terus menerus sampai hari kiamat !

Salah satu inspirasi wakaf produktif yang dapat dijadikan suri tauladan adalah cerita sahabat Utsman Bin Affan  yang menyumbangkan hartanya untuk pengembangan ekonomi islam di Madinah. Riwayat ini terjadi saat Nabi Muhammad SAW dan sahabat hijrah pertama kali dari Mekkah ke Madinah. Pada saat itu, terdapat sebuah pasar utama di Madinah yang dikuasai oleh kaum yahudi dan penduduk setempat madinah. Salah satu aset penting yang dimiliki oleh Kaum Yahudi tersebut adalah sebuah sumur yang menjadi sumber kehidupan dan ekonomi di sekitar pasar tersebut. Melihat vitalnya kepemilikan aset tersebut, Rasulullah SAW kemudian berkata kepada para sahabat bahwa, barang siapa mau mengorbankan hartanya untuk membeli sumur tersebut dari warga yahudi. Maka Rasulullah akan menjanjikan pahala yang mengalir secara terus menerus sampai hari kiamat dan Surga dari Allah SWT.

Pada saat itu, Sahabat Utsman Bin Affan tergerak untuk mengorbankan hartanya untuk menebus membeli sumur tersebut dari kaum yahudi. Pada awalnya kaum yahudi menolak, karena memang aset sumur tersebut sangat berharga dan menjadi komoditas utama di madinah pada saat itu. Akhirnya Sahabat Utsman Bin Affan, menawar dengan harga lebih tinggi dan dengan tawaran yang bisa menarik perhatian pemilik sumur tersebut. Sahabat Utsman Bin Affan tidak meminta secara penuh, namun hanya separuh dari kepemilikan sumur tersebut. Pemilik yahudi dan Utsman Bin Affan bisa menjual air dari sumur tersebut secara selang seling. Selisih satu hari. Pada hari pertama Pemilik Yahudi boleh menjual air dari sumur tersebut. Keesokan harinya Utsman Bin Affan dan sahabat yang memiliki hak untuk menjual air sumur tersebut. Dan seterusnya.

Mendapatkan penawaran yang menarik seperti itu, akhirnya pemilik yahudi tersebut menyetujui untuk menjual separuh kepemilikan sumur tersebut kepada Utsman Bin Affan. Ternyata persetujuan tersebut akhirnya membawa keuntungan yang besar bagi perkembangan ekonomi umat islam. Tidak dalam waktu lama, pasar tersebut dapat dikuasai oleh kaum muslimin. Bagaimana caranya?

Karena niat utama Utsman Bin Affan adalah untuk mewakafkan hartanya untuk kepentingan umat muslim. Utsman Bin Affan tidak memikirkan untuk mencari keuntungan dari harta yang telah dia habiskan untuk membeli separuh kepemilikan sumur. Akhirnya ketika hari umat muslim menjual air sumur tersebut ke pasar. Utsman Bin Affan dengan kerelaan hati, menjual harga air sumur jauh lebih murah daripada harga yang sebelumnya dipatok oleh pemilik yahudi. Sehingga lama kelamaan seluruh penduduk di sekitar sumur hanya membeli air ketika jadwal penjualan dilakukan oleh Utsman Bin Affan. Sehingga pada akhirnya pemilik yahudi tersebut, merasa tidak mampu menyaingi apa yang dilakukan Utsman Bin Affan, akhirnya menjual seluruh kepemilikan sumur tersebut kepada Utsman Bin Affan.

Dengan dimilikinya sumber utama penggerak ekonomi di daerah tersebut akhirnya kaum muslimin mulai secara perlahan membangun usaha dan mengembangkan ekonomi Islam di Madinah. Dan akhirnya mereka dapat menguasi pasar yang sebelumnya dikuasai oleh penduduk yahudi Madinah. Masya Allah.

Sampai saat ini kita masih bisa menemui sumur yang dimiliki oleh Utsman Bin Affan tersebut dan seperti janji dari Rasulullah pahala dari wakaf yang diberikan oleh Sahabat Utsman Bin Affan R.A. masih mengalir untuk beliau.

Sumur Raumah, Wakaf dari Ustman Bin Affan

 

Lalu bagaimana penerapan wakaf produktif ini untuk Zaman Now? 

Penerapan prinsip wakaf produktif ini sangat fleksibel. Kita dapat memberikan harta kita baik berupa uang tunai, kepemilikan tanah, kepemilikan bangunan dan harta lain untuk di wakafkan demi pembangunan ekonomi umat. Dalam akad perjanjian yang dibuat, kita diperkenankan untuk mewakafkan harta kita kepada pengelola wakaf tersebut untuk selanjutnya dikembangkan melalui sebuah usaha yang tidak melanggar ajaran agama.

Hasil keuntungan dari pelaksanaan usaha tersebut akan direinvestasikan lagi. Sehingga nilai pahala wakaf yang telah kita lakukan insyaallah akan terus bertambah dari waktu ke waktu. Bahkan dalam akad tersebut kita diperbolehkan untuk mengatur pembagian hasil keuntungan. Umpama dari bagi hasil yang diperoleh dari usaha tersebut. 30% kita minta sebagai pendapatan hasil wakaf. Sedangkan 70% akan kita serahkan kembali untuk meningkatkan nilai wakaf kita.

Kita juga diperkenankan untuk mewakafkan dengan batasan waktu. Contohnya, aku akan menyerahkan wakaf harta senilai beberapa rupiah selama 5 tahun. Selama 5 tahun harta itu akan dikelola oleh pengelola wakaf untuk usaha produktif. Sehingga akan mendapatkan keuntungan-keuntungan. Pada tahun kelima, anda bisa menarik wakaf tunai/produktif tersebut kembali menjadi harta anda. Namun pahala wakaf anda terus mengalir dari keuntungan usaha yang dilakukan pengelola wakaf.

Contoh konkrit penerapan wakaf produktif atau tunai ini sudah bisa kita jumpai di negara tetangga kita, Singapura. Terdapat sebuah lembaga pengelola Zakat, Infaq, Sodaqoh dan Wakaf yang saat ini pengelolaan aset Wakafnya sampai senilai 3.5 Triliun rupiah. Mereka mengelola aset wakaf dan wakaf produktif secara profesional dengan menginvestasikan kepada usaha-usaha yang dapat mengembangkan ekonomi islam. Dengan membangun apartemen untuk muslim, Rumah Sakit, dan Usaha lain yang dapat menumbuhkan nilai aset dari wakaf produktif yang telah disalurkan dari ummat. Sehingga lapangan pekerjaan bisa dibuka dengan luas dan ummat islam memiliki nilai kompetitif dalam perekonomian di Singapura.

Subhannallah, ternyata Allah SWT telah mengatur sedemikian rupa, sistem ekonomi yang jika kita terapkan bisa mengembangkan ekonomi islam secara lebih baik.

Semoga kita bisa menerapakan pengelolaan wakaf produktif ini sebagai stimulus untuk membangun ekonomi Islam dan menghadirkan solusi bagi kondisi sosial ekonomi masyrakata muslim. Amin..

Tim kandang.in saat ini mulai menginisiasi pengelolaan wakaf produktif ini dengan salah satu lembaga Islam untuk dikelola dalam usaha agrikultur. Sehingga dapat membuka lapangan pekerjaan dan membuka peluang ekonomi dengan memanfaatkan pengelolaan wakaf produktif dari masyrakat. Semoga inisiasi tersebut segera dapat direalisasikan. Amiin.

Salam,

Kandang.in Syiar

 

Catatan perjalanan kandang.in dalam videografi sederhana

By | Artikel | No Comments

Perjalanan kami selama hampir setahun ini dalam menghadirkan solusi permodalan syariah untuk membantu peternak-peternak di daerah. Semoga manfaat yang kita berikan bersama bisa jauh lebih luas untuk masa-masa mendatang. Semakin banyak senyum dan harapan yang bisa kita dukung. Semakin banyak lapangan pekerjaan yang bisa kita ciptakan. Semakin banyak dampak sosial yang bisa kita sebarkan. Terimakasih telah menjadi bagian dari kami. Jangan menyerah untuk menjadikan Indonesia yang jauh lebih baik.

Salam,

Kandang.in

Luar Biasa, Bank syariah ini menjadi pemilik Kebun Kurma terbesar di dunia

By | Artikel | No Comments

Kebun Qurma Al Rajhi

Inspirasi tentang sistem syariah kali ini datang dari sebuah Bank Syariah di Arab Saudi, Al rajhi Bank. Bank Syariah Al Rajhi ini didirikan oleh keempat bersaudara dari keluarga Al Rajhi. Sulaiman Al Rajhi merupakan pendiri pertama Bank Syariah yang memiliki total aset terbesar di dunia. Pada awalnya Sulaiman Al rajhi membuka usaha sebagai pemandu wisata dan money changer untuk para pendatang dari eropa yang datang ke jazirah Arab. Namun karena merasa ribet harus bolak-balik ke Bank untuk menukarkan mata uang dari pendatang tersebut. Sulaiman Al Rajhi memutuskan untuk ingin membuka bank sendiri.

Hal ini dilakukan dengan belajar ke eropa untuk mempelajari sistem per-bank-an. Walaupun ternyata setelah dipelajari lebih lanjut banyak sekali perbedaan dari proses operasi bank dengan sistem ekonomi islam yang ia yakini. Pada akhirnya dia memutuskan untuk mendirikan Al Rajhi bank namun dengan menggunakan prinsip ekonomi islam pada tahun 1958.

Al Rajhi bank terus berkembang dengan menggunakan akad-akad syariah tanpa riba. Bahkan mulai mengembangkan diri sebagai investment firm. Nasabah-nasabah dibebaskan untuk memilih tabungan tanpa bunga atau memiliki tabungan yang akan diinvestasikan kepada bisnis sektor riil dengan sistem bagi hasil yang syariah. Ternyata dengan menggunakan pendekatan sebagai asset management syariah dan berinvestasi di sektor riil membuat Al Rajhi bank semakin melesat. Hingga pada tahun 2006 dinobatkan sebagai Bank Syariah terbesar di dunia karena kepemilikan asetnya yang sangat besar pada sektor-sektor riil.

Salah satu kepemilikan aset yang menarik adalah Al Rajhi memiliki kebun qurma yang diklaim terbesar di dunia di daerah Qasim dekat Riyadh. Sekitar 200 ribu pohon qurma terbaik ditanam di kebun ini. Yang memasok kebutuhan qurma untuk berbuka puasa di Masjid Nabawi dan Masjidil Haram. Kepemilikan aset kebun qurma ini dimiliki karena pada salah satu jenis investasi yang dibuka adalah untuk membuka dukungan pendanaan pada usaha kecil dan menengah di sektor agro industri. Yang akhirnya membuat Al Rajhi memiliki usaha di sektor perkebunan yang sukses.

Selain usaha perkebunan, Al rajhi memiliki banyak pilihan investasi pada sektor-sektor lain seperti pengembangan properti, konstruksi dan lain-lain. Selain memang usaha utamanya dalam sektor perbankan syariah. Saat ini Al rajhi bank memiliki lebih dari 600 cabang dari Arab Saudi, Jordan, Kuwait dan bahkan ke Malaysia.

Kisah inspiratif lain, pada akhir masa hidupnya,  Sulaiman Al Rajhi memilih untuk memiskinkan diri dengan menyerahkan seluruh kekayaan yang dimiliki yang ditaksir mencapai 7 Miliar Dollar. Pada tahun 2012, dia memilih hidup miskin dengan hanya memiliki rumah kecil dan pakaian di tubuhnya. Sebuah usaha untuk memantaskan diri untuk menemui Allah SWT.

Dikutip dari beberapa referensi

Mengenal sistem kerjasama dalam islam : Mudharabah

By | Artikel | No Comments

Seperti telah kita ketahui bersama, bahwa dalam Kitab Suci Agama Islam memberikan pedoman hidup di semua lini kehidupan. Tidak terkecuali pedoman dalam menjalankan prinsip ekonomi dalam bermasyarakat. Islam mengatur sistem kerjasama yang adil dan transparan untuk menjamin terjadinya kerjasama yang baik antara pihak-pihak yang bekerjasama.

Pada pembahasan kali ini kami ingin mengupas mengenai sistem kerjasama dalam ekonomi Islam yang menggunakan Akad Mudharabah. Mudharabah sendiri menurut ulama fikih muamalah sering disebut juga dengan istilah “Qiradh” yang artinya harfiah-nya memotong. Yang dimaksudkan bahwa pemilik modal memotong sebagian hartanya untuk diperdagangkan dengan tujuan memperoleh sebagian keuntungan.

Sedangkan arti Akad Mudharabah sendiri merupakan sebuah kesepakatan kerjasama antara pemilik modal  (shahibul amal) kepada pengelola (mudharib). Dengan suatu perjanjian yang telah dipesakati di awal. Bentuk kerjasama ini menegaskan prinsip kerjasama dengan kontribusi 100 persen dari pemilik modal dan mempercayakan pengelolaan modal berdasarkan keahlian dari pengelola atau pelaku usaha.

Dalam akad Mudharabah, jika terjadi kerugian maka kerugian keuangan ditanggung oleh pemilik modal. Pemilik modal tidak diperkenankan untuk meminta jaminan bahwa modal yang diberikan harus dikembalikan kepada pemilik modal jika terjadi suatu kerugian akibat usaha yang dilakukan bersama. Di lain pihak, pihak pengelola dilarang untuk mengambil/memotong keuntungan diawal. Keuntungan akan dibagi berdasarkan nisab perjanjian yang telah disepakati di awal. Dapat berupa persentase bagi hasil dari keuntungan. Serta jelas masa perjanjian kerjasama yang akan dilakukan.

Walaupun pihak pemodal tidak diperkenankan untuk meminta jaminan pengembalian modal jika terjadi kerugian. Namun pengelola modal diperkenankan untuk menjanjikan garansi kepada pemilik modal. Hal ini disesuaikan dengan keahlian pengelola modal dalam melakukan usaha dan manajemen resiko.

Selain itu, dalam akad mudharabah tidak diperkenankan untuk memberikan fixed return dari hasil kerja sama. Baik berupa janji nilai nominal uang maupun persentase dari permodalan. Nilai bagi hasil harus dikalkulasi secara transparan dan dihitung dari keuntungan bersih hasil usaha yang dilakukan.

Pemilik modal dapat memberikan proyeksi kalkulasi potensi bagi hasil sesuai dengan hasil analisa dan keahlian yang dimiliki. Namun nilai proyeksi ini hanya dapat digunakan sebagai informasi. Tidak diperkenankan dituangkan dalam perjanjian kerjasama. Nilai bagi hasil bisa lebih tinggi dari proyeksi maupun lebih rendah dari proyeksi keuntungan. Dengan mekanisme seperti ini maka akan menjadi metode yang adil bagi pelaku usaha maupun pemilik modal. Sehingga pemilik modal terhindar dari Riba dalam proses penyertaan modal yang dilakukan.

Akad mudharabah sendiri terbagi menjadi 2 tipe yakni,

Mudharabah muthlaqah: Pemilik dana memberikan kebebasan kepada pengelola mengenai usaha yang akan dijalankan. Nasabah tidak ikut campur usaha apa yang mau dijalankan pihak pengelola. Namun nasabah masih boleh mengawasinya.

Mudharabah muqayyadah: Pemilik modal memberikan batasan kepada pengelola, antara lain mengenai tempat, cara dan atau obyek investasi.

Selain itu beberapa persyaratan yang harus dipenuhi dalam akad syariah mudharabah adalah,
1. Kerjasama tidak boleh dilakukan untuk kegiatan melanggar hukum atau keburukan.
2. Pelaksanaan usaha tidak diperkenankan untuk dijalankan pada usaha-usaha yang tidak halal, kriminal, dan melanggar hukum.
3. Pengelola wajib untuk memberikan laporan yang transparan kepada pemilik dana tentang alokasi penggunaan dana, pendapatan yang diperoleh dan keuntungan bersih yang telah diperoleh.

Demikian penjelasan singkat mengenai salah satu akad kerjasama dalam syariah islam dengan prinsip bagi hasil keuntungan atau yang dikenal dengan istilah Mudharabah. Skema kerjasama ini sangat baik untuk diterapkan dalam kerjasama yang dilakukan. Karena dengan prinsip mudharabah yang sharing profit dan juga sharing risk. Akan memberikan keadilan dan kesetaraan kedudukan antara pemberi modal dan pengelola.

Semoga kita dapat mulai menjalankan prinsip-prinsip syariah pada kehidupan kita. Amiin.

Jika ada pertanyaan atau diskusi silahkan tuliskan komentar anda.

Salam,

Kandang.in syiar

referensi :
Diolah dari beberapa sumber referensi dan nara sumber.

Pemuda muslim milenials awam investasi, sebuah kondisi yang memprihatinkan!

By | Artikel | No Comments

Investasi

Saat ini hampir 30% remaja milenialls memasuki masa usia produktif. Diperkirakan pada tahun 2020, lebih dari 60% warga indonesia akan diisi oleh usia produktif. Namun ada kondisi yang sedikit menarik perhatian kami dari hasil survey yang kami lakukan pada cluster pemuda/pemudi milenials terutama muslim. Hasil temuan dari survey yang kami lakukan  pada pemuda muslim di rentang usia 20 – 30 tahun di beberapa kota besar. Menunjukkan bahwa hampir 60% dari pemuda/pemudi muslim belum pernah mencoba instrumen investasi.

Sebuah kondisi yang bisa dikatakan kurang baik, jika tidak mau dikatakan buruk. Jika dibandingkan dengan hasil survey kami terhadap pemuda milenials non-muslim yang menunjukkan nilai hampir 60% sudah mencoba melakukan investasi. Bahkan 40% sudah mencoba berbagai macam investasi seperti saham, reksadana, pembelian emas, properti dan lain sebagainya. Nilai tersebut akan jauh lebih timpang jika dibandingkan dengan pemuda milenials di kawasan Asia Tenggara. Tingkat kepahaman investasi pemuda indonesia tertinggal dari negara tetangga kita seperti Singapura, Malaysia dan Thailand.

Dari survey yang kami lakukan, ternyata pemuda milenials muslim ini kebanyakan hanya menyimpan sisa pengeluaran dari pendapatan bulanan pada tabungan bank. Padahal jika kita tahu, nominal uang yang kita simpan di Bank sebagai tabungan sangat sulit bersaing dengan laju inflasi. Kemudian dari data tersebut juga menampilkan info bahwa ternyata 40% pemuda muslim dapat menyisihkan 40% dari pendapatannya untuk ditabung. Sebuah potensi yang cukup besar sebenarnya jika mereka dapat mengelola finansial mereka dengan lebih baik.

Memang setelah diteliti lebih lanjut, dari 60% pemuda yang kami survey tersebut memberikan alasan salah satu yang terbesar adalah mereka takut untuk melakukan investasi karena unsur-unsur ketidak pastian yang dilarang oleh ajaran agama Islam. Serta pemahaman terhadap syariat islam yang mulai meningkat dan masif pada pemuda-pemuda milenials yang akhirnya mereka berhati-hati dalam melakukan investasi. Terutama pada investasi yang menurut mereka mengandung unsur riba. 45% mengatakan bahwa mereka hanya ingin berinvestasi pada instrumen non-ribawi.

Padahal seharusnya pemahaman tersebut harusnya tidak menghalangi kita untuk mencoba mencermati instrumen investasi yang tersedia. Karena pada saat ini telah tersedia beberapa instrumen investasi yang patuh terhadap syariah. Berbagai macam instrumen investasi tersebut menawarkan berbagai keuntungan bagi kita agar nominal uang pendapatan kita bisa bertahan diatas tingkat inflasi. Investasi tersebut bermacam-macam mulai dari investasi jangka pendek, menengah maupun jangka panjang. Serta, ada investasi yang menjanjikan high profit yang tentunya diiringi dengan high risk. Ataupun investasi yang rendah resiko dengan nilai keuntungan yang masih menarik untuk dicermati.

Dengan mempelajari tentang berbagai instrumen investasi dan hukum muamalah dasar untuk menjamin kesesuaian pilihan investasi yang kita pilih dengan syariah. Maka akan dapat memberikan kita pemahaman yang lebih luas tentang instrumen investasi. Yang akhirnya akan membantu kita untuk mengelola finansial kita menjadi lebih baik lagi. Sehingga akan dapat meningkatkan pendapatan kita yang insyallah secara otomatis akan meningkatkan nilai zakat, infaq dan shodaqoh kita yang akan memberikan manfaat kepada umat yang membutuhkan. Sehingga secara tidak langsung dengan kita paham dan melakukan investasi yang baik, akan memperkokoh ekonomi islam.

Selain itu, perlu dilakukan edukasi yang lebih baik kepada pemuda muslim melalui kajian-kajian pengelolaan finansial secara islami. Untuk dapat memberikan wawasan kepada pemuda muslim, terkait bagaimana cara pengelolaan keuangan yang baik. Serta mencermati bahkan mengajari untuk memilih instrumen investasi yang sesuai syariah.

Serta, perlu disediakan lebih banyak pilihan instrumen investasi syariah yang dikelola dengan profesional. Yang dapat memberikan keuntungan, taat azas syariah, transparan serta amanah. Sehingga pemuda-pemudi milenials ini nantinya dapat memiliki berbagai macam opsi investasi syariah. Sehingga dapat meningkatkan jumlah pemuda muslim yang paham akan investasi dan mau menginvestasikan pendapatan mereka instrumen investasi yang menarik.

Semoga kita dapat menerapkan sistem ekonomi berbasis syariah untuk bisa memberikan solusi bagi Indonesia.

Salam,

Kandang.in