Bagaimana cara mengatur anggaran keuangan yang baik

By 17 September 2018Artikel

Assalamualaikum Kandangers,

Apakah kalian seringkali merasa gaji kalian hilang entah kemana? 

Atau ketika ingin membeli sesuatu barang, selalu impulsive, akhirnya barang-barang tersebut malah mangkrak tidak berguna?

Atau tiba-tiba kalian terkena musibah dan akhirnya terpaksa pinjam uang ke teman atau ke orang tua. 

Bahkan terlanjur punya cicilan yang buat bayarnya berat banget. 

Jika kalian mulai mengalami fenomena diatas, mungkin ada yang salah dengan manajemen pengelolaan pendapatanmu.

Mari kita bahas tentang bagaimana pengelolaan finansial yang baik agar pengelolaan finansialmu lebih teratur dan baik.

Ternyata pengelolaan finansial personal atau keluarga itu juga perlu dianggarkan dengan baik layaknya penganggaran sebuah perusahaan lho. Walaupun kesannya sepele, pengaturan anggaran personal dapat memberikan dampak yang positif pada kondisi finansial kita. Karena dengan penganggaran yang bagus, kita bisa mengatur dan memperkirakan aliran dana untuk berbagai keperluan kita. Sehingga manajemen keuangan kita bisa lebih tertib dan teratur.

Kali ini tim kandangin, akan mencoba berbagi tips sederhana bagaimana cara mengatur rencana anggaran personal atau keluarga.

Pertama yang harus dilakukan adalah kita menentukan pos-pos anggaran yang harus kita pisahkan. Secara garis besar, menurut manajer finansial kebutuhan personal atau keluarga dibagi menjadi 10 pos anggaran utama, antara lain,

  1. Kebutuhan untuk tempat tinggal,
  2. Kebutuhan untuk makan
  3. Kebutuhan personal
  4. Biaya utilitas (Telepon, internet, air, kebersihan, keamanan, dll)
  5. Biaya tranportasi
  6. Biaya kesehatan
  7. Biaya rekreasi
  8. Kebutuhan tidak terduga
  9. Tabungan dan Investasi
  10. Donasi (Zakat, Infaq, Wakaf dan Shodaqoh)

10 pos anggaran yang disebutkan diatas merupakan pos-pos yang lazim dikeluarkan oleh kita dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Untuk dapat melakukan manajemen anggaran yang baik, kita perlu untuk mengalokasikan pendapatan kita untuk masing-masing pos tersebut. Mari kita bahas lebih lanjut kira-kira bagaimana konfigurasi alokasi pendapatan untuk tiap-tiap pos anggaran berikut.

  1. Kebutuhan tempat tinggal  (20 – 25 % dari pendapatan)
    Kebutuhan tempat tinggal ini adalah kebutuhan utama yang pasti kita keluarkan jika kita hidup mandiri dan sudah tidak tinggal lagi dengan orang tua. Kebutuhan tempat tinggal ini bisa diartikan sebagai biaya sewa rumah atau biaya cicilan per bulan. Nilainya berkisar antara 20 – 25 persen dari total pendapatan bersih kita.
  2. Kebutuhan untuk makan (10 – 15% dari pendapatan)
    Kebutuhan untuk makan ternyata cukup 10 -15% dari pendapatan kita. Makan memang menjadi kebutuhan utama. Bahkan saat ini makan pun sudah menjadi sarana rekreasi keluarga.  Namun kita tetap harus bisa mengatur agar pos pengeluaran untuk makan ini tidak membengkak. Biasanya pos ini seringkali menjadi pos yang dicurangi oleh kita. Karena godaan untuk mencicipi kuliner yang enak di kota kita. Hal ini bisa kita imbangi dengan mencoba untuk memasak makanan kita sendiri agar biaya yang dikeluarkan bisa jauh lebih murah dibanding beli di rumah makan atau restoran.
  3. Kebutuhan untuk personal (5 – 10% dari pendapatan)
    Kebutuhan personal ini mencakup pengeluaran untuk menunjang penampilan kita. Seperti cukur di barbershops, perawatan di salon untuk perempuan. Serta membeli hijab atau baju kantor dari online shop. Pos anggarannya maksimal 10% dari pendapatan bulanan kita. Kita juga harus bisa mengatur prioritas untuk kebutuhan personal ini. Mana yang merupakan kebutuhan utama dan mana yang keinginan. Utamakan untuk memenuhi kebutuhan utamamu terlebih dahulu yang bisa menunjang penampilan kamu saat ke kantor atau kajian, dan datang di acara-acara penting.
  4. Biaya utilitas (5 % dari pendapatan)
    Biaya utilitas ini meliputi biaya yang harus kita keluarkan untuk membayar pulsa, paket internet, listrik, air, kebersihan dan keamanan serta biaya utilitas lainnya. Biaya ini biasanya bisa kita atur maksimal 5% dari pendapatan bulanan. Namun jika kamu pekerja kreatif yang memang biaya internet menjadi kebutuhan penting penunjang pekerjaan. Kamu bisa set biaya utilitas ini sampai 10%, asalkan memang tujuannya untuk keperluan produktif.
  5. Biaya transportasi (5-10% dari pendapatan)
    Biaya transportasi ini adalah biaya yang harus kamu keluarkan untuk komuting harian dari rumah ke kantor sampai ke rumah lagi. Serta mungkin biaya untuk perawatan kendaraan kamu jika kamu lebih sering pakai kendaraan pribadi ke kantor. Untuk menekan cost dari sektor transportasi ini, sebaiknya kita menggunakan transportasi umum agar biaya yang dikeluarkan bisa ditekan. Sekaligus mengurangi kemacetan, yes!
  6. Biaya kesehatan (5-10% dari pendapatan)
    Biaya kesehatan ini adalah biaya yang harus kita siapkan untuk menjaga kesehatan kita. Seperti biaya ikut yoga, atau biaya gym, biaya futsal. Serta mungkin untuk membeli suplemen kesehatan yang bisa menunjang kesehatan kita. Ingat sehat itu adalah rejeki yang sangat besar. Kita harus tetap menjaga kesehatan kita! And stop smoking!
  7. Biaya rekreasi (5-10% dari pendapatan)
    Ternyata kita juga perlu dari awal untuk menyisihkan sebagian pendapatan kita untuk rekreasi yang dapat menyegarkan pikiran kita agar kembali produktif. Tips yang bisa dicontoh dari orang-orang di benua eropa. Mereka menyisihkan 10% dari pendapatan bulanan mereka dan diinvestasikan dalam jangka waktu pendek (6-12 bulan). Selanjutnya mereka akan menggunakan uang tersebut untuk long vacation di saat musim panas atau dingin untuk melakukan rekreasi tahunan. Hal ini ternyata bisa meningkatkan produktivitas kerja mereka setelah melakukan liburan dengan pengalaman yang baru. Let’s prepare for your vacation, next year!
  8. Kebutuhan tidak terduga (5-10% dari pendapatan)
    Pos satu ini seringkali terlewatkan untuk dialokasikan. Kebutuhan tidak terduga ini dapat juga untuk meng-cover jika kamu tiba-tiba sakit. Atau tiba-tiba laptop kerjamu, ngadat dan kamu harus segera membeli baru untuk bisa produktif kembali. Kita bisa alokasikan 5-10% dari total pendapatan. Banyak yang mengalokasikan kebutuhan tidak terduga ini menjadi premi asuransi jiwa atau asuransi kesehatan. Namun jika kamu masih belum yakin tentang haram/halal-nya asuransi, bisa mencoba dengan menabungnya atau diinvestasikan pada portofolio investasi yang fluid dan jangka pendek.
  9. Tabungan dan Investasi (5-10% dari pendapatan)
    Tabungan di hari tua atau tabungan jangka menengah ini wajib kita alokasikan setiap bulannya. Sesuai artikel terdahulu di kandang.in kita juga bisa mencoba mengkonversi tabungan konvensional kita di bank dengan investasi agar nilai tabungan ini bisa terus diatas nilai inflasi dan memiliki compunding effect. (https://blog.kandang.in/kenapa-sih-kita-harus-melakukan-investasi/)
  10. Donasi (5-10% dari pendapatan)
    Ternyata menurut penelitian dengan memberikan donasi, dapat memberikan efek kebahagian yang baik untuk kita. Ditambah lagi jika kita lihat dari perintah untuk bersedekah, akna membawa kebaikan dan rejeki yang berlipat ganda untuk kita. Jadi, mari kita sisihkan sebagian pendapatan bulanan kita untuk melakukan Zakat, Infaq, Wakaf dan Shodaqoh. Agar rejeki yang kita peroleh juga bermanfaat untuk masyarakat luas.

Itulah komposisi alokasi anggaran yang biasa dipakai oleh manajer finansial untuk memberikan template manajemen keuangan personal atau keluarga. Jika kita telah menyusun alokasi anggaran seperti diatas, kita perlu istiqomah untuk melakukan pencatatan dan pengawasan terhadap pengeluaran kita untuk tiap-tiap pos tersebut. Sehingga manajemen keuangan kita bisa lebih baik dan terkontrol.

Kalian bisa mencoba menggunakan aplikasi-aplikasi untuk melakukan pencatatan finansial yang banyak tersedia di google play. Atau bisa juga menggunakan excel sheets sederhana. Silahkan memilih tools mana saja yang membuat kalian nyaman dalam melakukan penganggaran dan pencatatan pengeluaran.

Kalau Nia, sekarang membuka akun di salah satu startup fintech yang menyediakan online banking yang sangat mudah digunakan untuk pengalokasian keuangan. Bahkan bisa membuat kartu debit untuk tiap pos-pos penganggaran. Alhamdulillah, sangat membantu.

Sekian tips dan sharing dari kandang.in kali ini. Bagaimana pendapatmu atau pengalamanmu tentang pengaturan anggaran keuanganmu? Silahkan berbagi, bertanya dan berdiskusi di komentar ya.

Salam

Tim Info Kandang.in

Panelis

Author Panelis

More posts by Panelis

Leave a Reply