All Posts By

Panelis

Efek Covid-19 Terhadap Industri Agriculture

By | Berita | No Comments

Penyebaran Covid-19 di Dunia, termasuk ke Indonesia telah berdampak secara significant pada sektor ekonomi dan bisnis seperti industi pariwisata hingga perdagangan, namun bagaimana efek covid-19 terhadapa industri pangan yang termasuk dalam katagori industri penting (Essentials Business) yang masih di izinkan beroperasi selama PSBB berlangsung.

“Dalam kondisi karantina setiap orang masih membutuhkan makan” implikasi dari ungkapan tersebut merupakan sebuah bukti penting betapa industri agriculture tidak bisa dipandang remeh, Industri ini terbukti mampu bertahan dalam keadaan krisis ekonomi (Resilient in the time of turmoil) dan industri agriculture bukan hanya dapat menjadi jaring keamanan sosial namun lebih dari itu dapat menjadi backbone ekonomi dalam masa recovery kedepanya.

Selebihnya bila penyebaran Covid-19 tidak semakin meluas maka indusri agriculture juga akan berimbas signifikan, Setidaknya ada 5 dampak yang akan dirasakan oleh pelaku industri agriculture dalam masa pandemi global coronavirus 2020.

1. Sulitnya Akses Menuju Pasar
Adanya pembatasan area diberbagai lokasi membuat petani peternak mengalami kesulitan untuk mengakses pasar mereka, sehingga banyak sekali hasil pertanian yang tidak terjual dan menyebabkan kerugian terhadap petani.

Disamping itu juga disisi konsumen mereka akan menerima peningkatan harga bahan pertanian karena terbatasnya supply, kondisi ini mengakibatkan kerugian disisi petani dan konsumen karena terjadinya kerusakan dalam alur distribusi pangan (Broken Supply chain)

2. Ancaman Keselamatan Tenaga Kerja 
Ancaman cross transmisi virus semakin menjadi momok dilingkungan para pekerja sehingga menyebabkan sebagaian pekerja memilih untuk sementara waktu diam dirumah, hal ini menyebabkan kurangnya stok tenaga kerja yang dapat menjalankan kegiatan agriculture di lapangan.

Disamping itu juga mayoritas pekerja di industri pangan adalah berusia tua sehingga kerentanan terhadap terpapar virus covid-19 menjadi ancaman bagi mereka, namun disamping itu para petani harus tetap menjalankan pertanian dan peternakanya agar dapat menghidupi keluarga sehari-hari

3. Batasan Transportasi 
Adanya kegiatan pembatasan wilayah juga menyebabkan terganggunya pengiriman hasil pertanian menuju pasar yang berada di kota-kota besar, hal ini berdampak juga pada kenaikan biaya distribusi pengantaran pangan dan juga akan mempengaruhi terhadap pendapatan petani dan peternak

4. Penurunan Agregat Permintaan Pangan
Kegiatan bekerja dari rumah dan #dirumahsaja juga telah membatalkan banyak acara-acara perayaan, pesta dan kegiatan besar lainya yang juga berdampak pada menurunan angka konsumsi makan secara agregat, masyarakat yang diam dirumah dan tidak banyak berinteraksi keluar tidak dapat mengkonsumsi makan diluar sehingga warung-warung, cafe dan restorant tidak dapat beroperasi dan mengakibatkan tidak membeli bahan baku dari hasil agriculture

Rantai masalah tersebut mengakibatan penurunan permintaan dipasar, disamping itu juga supply pertanian tetap sama dan tidak berkurang sehingga terjadi melimpah supply tidak terserap di level petani peternak dan hasil dari penurunan demand tersebut mengakibatkan hancurnya harga makanan pokok di level peternak

5. Kenaikan Harga Dolar
Meningkatnya harga dolar tentunya akan berakibat pada peningkatan harga pakan ternak, karena bahan baku pakan ternak seperti jagung masih impor untuk memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri, hal ini menyebabkan cost operational di level peternak meningkat, disisi lain terjadinya penurunan harga hasil ternak

kombinasi dari kedua hal tersebut menyebabkan banyak peternak seperti peternak ayam petelur collapse dan tidak mampu bertahan ditengah pandemi Global tersebut.

Namun dari semua dampak diatas, ada selalu kabar baik ditengah crisis, dalam kondisi tersebut secara mayoritas peternak dan petani masih beroprasi normal dan kegiatan di lapangan secara perlahan telah dapat berdaptasi dari kondisi pandemi ini, Terlebih para investor sekarang sadar bahwa dalam kondisi krisis sekalipun kegiatan pertanian, peternakan dan perikanan masih berjalan normal sehingga dapat menjadi ladang investasi kedepannya.

Annual Report Kandang.in 2019

By | Artikel | No Comments

Bismillahirahmanirahim.

Assalamualaikum Wr.Wb. rekan-rekan kandangers yang kami hormati.

Alhamdulillah tidak terasa kita telah berada pada penghujung tahun 2019 dengan penuh barokah. Tak terasa telah puluhan proyek kita danai bersama. Tak terasa puluhan proyek juga telah closing di tahun 2019 ini.

Alhamdulillah Kandang.in sebagai platform selama tahun 2019 mengalami peningkatan yang signifikan baik dilihat dari jumlah pengguna, nilai investasi serta pilihan proyek-proyek premium yang tersedia di Kandang.in. Semua milestones tersebut tidak dapat tercapai tanpa adanya dukungan dari anda, para investor di platform kandang.in.

Kami sangat berterimakasih atas dukungan yang terus anda berikan kepada peternak di daerah-daerah seluruh Indonesia melalui platform kandang.in. Insyallah sinergi antara investor, kandang.in serta stakeholder peternakan akan dapat menimbulkan dampak positif dalam industri peternakan dan perikanan di Indonesia. Serta dapat membuka peluang ekonomi serta membuka peluang lapangan pekerjaan di daerah.

Pada tahun 2019 lalu, Kandang.in bersama smart kandang juga menelurkan beberapa inovasi di sektor Teknologi Agrikultur (Agritech) yang mendapatkan apresiasi dari beberapa instansi maupun event tech startup. Salah satu-nya adalah Nextdev Summit 2019. Alhamdulillah solusi smart kandang menjadi salah satu solusi yang terpilih menjadi 5 solusi terbaik dalam acara Nextdev Summit 2019 tersebut. Semoga prestasi-prestasi lain dapat kami dapatkan di masa mendatang.

Untuk mengakhiri Tahun 2019, sekaligus mengawali tahun 2020. Ijinkan kami untuk menyajikan ringkasan kegiatan kandang.in dalam bentuk Annual Report. Annual report ini pada tautan berikut :

https://s.id/kandangin-annual

Akhir kata, selamat merayakan Tahun baru 2020. Semoga di Tahun 2020, Kita bisa mendapatkan rejeki yang melimpah dan barokah, kesehatan, keselamatan serta kebahagiaan. Amin ya rabbal alamin.

Semoga kita masih bisa terus mendukung peternak Indonesia dengan permodalan syariah bersama kandang.in.

Wassalamualaikum Wr. Wb.


Kandang.in




Smart Kandang.in menjadi finalis The Next Dev dari Surabaya

By | Berita, Teknologi | No Comments

Alhamdulillahirabbil Alamin,

Puji syukur atas semua nikmat yang diberikan oleh Allah SWT.

Pada sore tadi, 7 November 2019, Smart Kandang, inovasi yang kami kembangkan untuk dunia peternakan Indonesia menjadi salah satu inovasi startup terpilih dari Surabaya dalam Acara The Next Dev.

The Next Dev, adalah sebuah ajang pencarian dan pengembangan startup teknologi terbaik Indonesia di Bidang Social Impact. Nextdev diinisasi oleh Telkomsel, memberikan kesempatan kepada startup-startup untuk menyampaikan ide dan inovasi yang kemudian didukung untuk dikembangkan dengan berbagai dukungan.

Pada The Nextdev 2019, kami dari kandang.in mendaftarkan diri untuk memperkenalkan ide kami smart kandang ( https://smart.kandang.in/ ) pada acara The Nextdev yang diselenggarakan di Surabaya. Pada acara tersebut kandang.in diwakili oleh CEO kami M. Ishaq Firdaus untuk mempresentasikan inovasi terbaru dari kandang.in tersebut. Kak Ishaq, menjelaskan bahwa dalam mendukung usaha pengembangan peternakan di daerah, kita tidak bisa hanya memberikan modal saja kepada peternak, namun kita juga harus mendukung mereka dengan teknologi, expertise dan akses kepada pasar. Sehingga usaha peternakan yang mereka jalankan bisa menguntungkan dari sisi bisnis dari efisiensi dan standar tinggi yang bisa didukung dengan teknologi.

Berdasarkan pengalaman dari menjalankan kandang.in lebih dari 2 Tahun. Tim kandang.in memiliki pelajaran menarik bahwa, tanpa dukungan teknologi yang memadai, kemampuan peternak akan sulit direplikasi dan dikembangkan dengan skala yang besar dan cepat. Oleh karena itu, teknologi pendukung peternakan menjadi faktor penting yang harus kita sediakan sebagai pelengkap solusi investasi syariah yang telah dimiliki oleh kandang.in.

Dengan gabungan antara investasi syariah di bidang peternakan plus dengan teknologi dari smart kandang. Insyallah kami bisa memberikan keunggulan kompetitif lebih kepada mitra-mitra peternak kami di daerah. Sehingga kandang.in bisa menjadi complete solution untuk peternak di Indonesia.

Dengan pemaparan tersebut, akhirnya inovasi yang telah kami lakukan diapresiasi oleh Tim The Nextdev sehingga terpilih menjadi salah satu finalis dari Surabaya. Sebuah kado akhir tahun yang menarik bagi seluruh tim kandang.in, dan tim smart kandang khususnya.

Selamat ya tim smart kandang!

Semoga kami bisa terus menghadirkan inovasi yang bisa menjadi solusi untuk Indonesia.

Salam satu aksi, satu solusi untuk Negeri,

Kandang.in

Peternakan Ayam Broiler harus belajar dari Negeri Brazilia

By | Artikel | No Comments

Assalamualaikum Kandangers,

Pada posting kali ini, kami ingin berbagi terkait dengan peluang usaha dan investasi pada sektor peternakan ayam broiler. Kita tahu bahwa permintaan ayam di Indonesia dari tahun ke tahun tumbuh diatas angka 5%. Permintaan akan kebutuhan ayam pedaging ini menjadi salah satu permintaan yang terbesar di Industri Peternakan.

Selain market yang sangat besar di pasar domestik. Pasar ayam pedaging juga merupakan sebuah komoditas global yang memiliki prospek yang cukup menarik. Negara-negara dengan jumlah penduduk yang besar seperti China, India, Eropa dan Amerika juga memiliki tingkat konsumsi ayam yang sangat besar.

Namun dibalik potensi peternakan ayam broiler atau pedaging yang cukup besar. Industri peternakan ayam broiler dalam negeri mengalami banyak tantangan untuk terus berkembang. Salah satu masalah utama yang diidentifikasi adalah masalah inefisiensi peternakan ayam di Indonesia.

Jika dibandingkan dengan negara agraris yang memiliki potensi peternakan ayam seperti Brazil. Industri peternakan ayam broiler Indonesia dalam posisi yang tertinggal. Brazil mampu memproduksi ayam dengan biaya produksi lebih murah sampai 80% dibandingkan harga produksi dalam negeri Indonesia. Sebuah perbandingan biaya produksi yang sangat signifikan. Tak heran jika saat ini Brazil sangat getol untuk bisa masuk ke pasar Indonesia. Dengan biaya operasional yang lebih dari separuh lebih murah, pasti secara keuntungan kompetitif mereka sangat siap untuk beradu dengan peternak lokal Indonesia. Sebuah kondisi yang cukup mengkhawatirkan bagi industri peternakan ayam di dalam negeri.

Beberapa hal yang membuat Brazil bisa efisien dalam peternakan ayam broiler adalah,

  1. Brazil mampu memproduksi Jagung dengan skala besar dan dengan harga yang murah. Dengan ketersediaan bahan utama pakan ternak yang banyak dan murah. Sudah pasti harga pakan sebagai komponen utama peternakan bisa sangat mereka tekan. Bahkan kita pun masih impor dari Brazil untuk bahan baku pakan konsentrat di Indonesia.
  2. Sistem yang terintegrasi dan efisien. Sebagian besar peternak di Brazil sudah mulai beralih ke sistem peternakan yang masuk skala industrial. Sehingga efisiensi peternakan bisa sangat bagus. Mereka sudah meninggalkan cara beternak tradisional sejak 5 tahun yang lalu. Sistem peternakan terintegrasi dan modern ini meningkatkan efisiensi yang signifikan bagi industri peternakan ayam broiler di Brazil.
  3. Dukungan pemerintah yang fokus untuk mendukung industri peternakan dalam negeri. Pemerintah Brazil termasuk salah satu contoh sukses dalam pengembangan industrialisasi peternakan ayam broiler di dunia. Selain mengembangkan industri peternakan ayam menjadi lebih modern, efisien, dan terintegrasi, pemerintah Brazil juga dengan all out mendukung industri-nya dengan menawarkan produk-produk peternakan mereka ke pasar-pasar global seperti Amerika Serikat, Eropa, China bahkan Indonesia. Dengan ketersediaan pasar yang terjamin, industri peternakan dalam negeri Brazil menjadi tumbuh dan berkembang menjadi raksasa Industri peternakan ayam di dunia.

Berkaca dari hal tersebut, sudah sepatutnya industri dalam negeri Indonesia berbenah untuk ikut menjadi produsen ayam broiler yang bermain untuk pasar global. Indonesia memiliki potensi yang sama besarnya dengan Brazil. Kita adalah negara tropis dengan suhu dan cuaca yang sangat cocok untuk melakukan usaha peternakan ayam broiler. Dibandingkan dengan negara subtropis, suhu tropis kita bisa menjadi salah satu keuntungan kompetitif yang harus kita manfaatkan.

Selain itu, lahan-lahan yang luas yang masih tersedia di Indonesia juga menjadi variabel pendukung yang bisa kita manfaatkan untuk menyediakan lahan-lahan jagung dan peternakan ayam terintegrasi yang modern. Sehingga kita bisa mengejar ketertinggalan menjadi produsen ayam pedaging yang terus menjadi komoditi yang dibutuhkan dunia.

Pemerintah, Industri , Pelaku peternak dan Akademisi Peternakan perlu bersinergi untuk bisa melakukan terobosan terbaik untuk mengejar ketertinggalan tersebut. Karena pada dasarnya Indonesia mampu dan bisa untuk menjadi pesaing kuat produsen ayam pedaging dunia.

Mari terus dukung peternak Indonesia bersama Kandang.in

Kandangin dan DTech Engineering berkolaborasi kembangkan kandang ayam broiler yang modern dan efisien

By | Artikel, Teknologi | No Comments

Dunia peternakan sebenarnya merupakan industri yang sangat dekat dengan penerapan teknologi. Di negara-negara maju telah kita ketahui bersama bahwa teknologi peternakannya sangat maju. Bahkan hampir semua kegiatan yang dilakukan serba otomatis dan efisien.

Sayangnya hal tersebut belum banyak terjadi di Negara kita Indonesia. Sebagian besar peternak di Indonesia masih melakukan peternakan dengan skala yang kecil dan tradisional. Hal ini sungguh memprihatinkan. Mengingat industri peternakan adalah salah satu industri utama yang menjadi pondasi dari ketahanan pangan dari suatu bangsa.

Berdasarkan keresahan tersebut, tim kandang.in dan DTech Engineering melakukan kolaborasi untuk menciptakan inovasi teknologi yang tepat guna di bidang peternakan ini. Saat ini, riset yang tengah dilakukan adalah tentang efisiensi desain kandang ayam broiler dengan sistem close house (Tertutup).

Kandang ayam broiler dengan sistem tertutup memiliki banyak kelebihan dibandingkan dengan sistem kandang ayam broiler tradisional. Kandang ayam broiler sistem close house memiliki efisiensi penggunaan lahan yang hampir 50% lebih efisien dibandingkan dengan kandang biasa. Hal ini dikarenakan pemanfaatan ruang dibawah kandang yang biasanya hanya digunakan untuk menampung kotoran ayam, bisa dimanfaatkan juga sebagai tempat untuk membesarkan ayam. Selain dari segi efisiensi tempat dan populasi ayam, kandang ayam sistem close house juga memiliki keunggulan yakni masalah limbah. Kandang ayam close house cenderung tidak terlalu bau dibandingkan kandang tradisional yang biasanya baunya mencemari lingkungan di sekitarnya.

Namun biaya pembangunan dari kandang close house ini membutuhkan biaya pembangunan kandang yang relatif jauh lebih mahal dibandingkan kandang tradisional. Untuk populasi ayam 15.000 ekor, biaya modal pembangunan kandang close house modern bisa mencapai Rp 1 Miliar. Sebuah angka yang cukup memberatkan bagi peternak-peternak kelas kecil dan menengah. Sehingga kandang close house ini masih belum banyak diminati oleh peternak ayam broiler di Indonesia.

Dalam riset yang dilakukan oleh Tim DTech engineering bersama tim Kandang.in ayam kami berupaya untuk meredesain sistem kandang close house dengan tujuan melakukan efisiensi terhadap biaya pembangunan dan biaya operasional kandang. Tim DTech engineering yang memiliki pengetahuan di berbagai disiplin ilmu mulai sipil, thermodinamika, 3D modelling dan lain-lain dapat menjadi partner yang sesuai untuk melakukan riset tersebut.

Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk melakukan efisiensi tersebut antara lain,

  1. Pemilihan material bahan bangunan yang lebih murah dibandingkan dengan standar kandang close house.
  2. Modifikasi sistem sirkulasi udara dengan alat-alat yang dibangun sendiri dibandingkan dengan membeli produk impor.
  3. Subsitusi teknologi pendingin dengan menggunakan konsep sejenis namun dengan biaya peralatan yang lebih murah.
  4. Penerapan sistem kandang bertingkat untuk efisiensi ruang kandang dan meningkatkan populasi ayam.

Dengan berbagai macam hasil riset tersebut, biaya pembangunan kandang ayam broiler dengan sistem close house dapat dihemat hampir 60%. Sehingga ROI dari biaya pembangunan tersebut diproyeksikan bisa mencapai 90% pada tahun pertama operasi. Dengan jangka waktu pemanfaatan kandang yang cukup panjang.

Jika sebelumnya biaya pembangunan kandang ayam broiler dengan full system dan standar untuk populasi ayam sebesar 15.000 ekor, biaya yang dibutuhkan mencapai Rp 1 Miliar. Dengan desain rancangan tim DTech Engineering dan tim kandang.in ayam, biaya pembangunan kandang untuk populasi yang sama hanya menghabiskan biaya Rp 250 – 350 Juta rupiah.

Saat ini kandang yang kami jadikan laboratorium sekaligus wahana riset telah terbangun di Bangkalan, Madura. Dengan populasi 15.000 ekor ayam. Alhamdulillah hipotesis kami sampai saat ini masih terbukti. Hal ini dibuktikan dengan tingkat kematian ayam yang hanya mencapai 1%. Walaupun sempat terjadi cuaca ekstrem (Banjir dan Hujan) di daerah bangkalan. Tabarakallah, semoga hasil riset ini bisa lebih luas diaplikasikan kepada masyarakat.

Saat ini kami terus melakukan riset untuk dapat menyempurnakan desain kandang tersebut agar jauh lebih efisien serta memiliki masa pakai yang lebih lama dengan memanfaatkan material yang lebih kuat namun juga masih murah untuk diaplikasikan kepada peternak kecil dan menengah.

Mari terus dukung peternak Indonesia dengan permodalan syariah bersama Kandang.in

Bincang Kandang, tips sukses bisnis budidaya ayam petelur

By | Artikel | No Comments

Budidaya ayam petelur merupakan salah satu jenis usaha peternakan yang cukup menarik untuk anda cermati. Harga komoditas telur yang cenderung stabil dan naik pada saat-saat tertentu juga menjadi aspek penting yang menyebabkan usaha ayam petelur menjadi pilihan usaha yang menguntungkan.

Pada rubrik bincang kandang kali ini, kami berupaya menggali inspirasi dan informasi terkait usaha budidaya ayam petelur ini. Mitra peternak Kandang.in Mas M Fuad Fatoni, S.Pet., selaku manajer dari kandang ayam petelur kandang.in di Blitar, jawa Timur berbagi berbagi tips agar sukses untuk budidaya ayam petelur.

Dia menekankan bahwa untuk sukses pada peternakan ayam petelur, perlu memperhatikan masalah manajemen kandang yang meliputi,

  1. Lokasi
  2. Bibit
  3. Sanitasi
  4. Obat-obat-an atau vaksinasi
  5. Pakan
  6. SDM anak kandang
  7. Pemasaran

Ingin mengetahui lebih detail terkait tips pada budidaya ayam petelur tersebut. Silahkan simak video berikut ini.

Bincang Kandang, Bisnis Budidaya Gurame yang Menguntungkan

By | Artikel | No Comments

Pada bincang kandang kali ini, tim kandang.in berkesempatan untuk mewawancarai salah satu mitra peternak kandang.in yang merupakan pengusaha gurame di daerah Tulungagung, Jawa Timur.

Peternak tersebut adalah Agung Edi Saputro. Di umurnya yang baru 24 Tahun, agung nama panggilannya telah memiliki usaha pembesaran gurame dan pedagang gurame antar provinsi. Dia juga memiliki petani gurame binaan yang berjumlah 12 Orang di daerah Tulungagung.

Pada bincang kandang kali ini, Agung berbagi tips tentang bagaimana cara pembesaran gurame agar sukses dan meminimalisir resiko penyakit dan kematian.

Tertarik pada budidaya gurame, silahkan simak video berikut ini.

Kabar Kandang Kolam Gurame Kandang.in Tulungagung Jawa Timur

By | Artikel | No Comments

Kabar Kandang :

Kali ini tim kandang.in berkesempatan untuk mengunjungi kolam gurame yang telah kita danai bersama dengan investor. Alhamdulillah kolam-kolam telah selesai dibangun. Dan sudah mulai diisi dengan ikan-ikan.

Kolam ini awalnya adalah tanah kosong yang kurang produktif. Yang akhirnya kita ubah menjadi lahan produktif yang menjanjikan dengan mengubahnya menjadi kolam gurame.

Dalam lokasi kolam gurame ini terdapat 10 kolam gurame dengan daya tampung populasi per kolam antara 2.500 – 3.000 ekor ikan.

Semoga kolam ini terus sukses sampai panen kelak. Dan kita bisa bersama membantu masyarakat di sekitar kolam untuk mendapatkan pekerjaan sebagai pembudidaya gurame.

Mari terus dukung peternak Indonesia dengan permodalan syariah bersama Kandang.in

Kabar Kandang Ayam Petelur di Blitar

By | Info Ternak | No Comments

Kabar kandang dari ayam petelur Blitar di Jawa Timur. Saat ini kandang ini telah terdanai oleh investor dengan populasi ayam mencapai 4.000 ekor. Serta membantu 4 orang peternak yang dapat memiliki pekerjaan. Terimakasih atas kontribusi yang dilakukan.

Nantikan video bincang kandang dan analisa bisnis ayam petelur pada video-video di channel youtube selanjutnya. Jangan lupa subscribe ke channel youtube Kandang.in (Kandang Investasi).

Salam satu aksi satu solusi untuk Negeri.

Bincang Kandang dengan CEO Kandang.in, ide awal, suka duka dan harapan untuk Kandang.in

By | Artikel | No Comments

Channel youtube kandang.in kali ini dalam rubrik bincang kandang, berkesempatan untuk mewawancarai CEO Kandang.in, Gilang Kurniaji. Dalam video ini Gilang menceritakan tentang ide awal pembuatan startup kandang.in ini. Kemudian suka dan duka yang dialami selama menjalankan usaha rintisan kandang.in. Serta harapan yang ingin dia wujudkan bersama kandang.in.

Semoga video bincang kandang tersebut dapat menginspirasi.

Oh ya, jangan lupa untuk subscribe channel youtube kandang.in (Kandang Investasi). Kami akan membuat konten-konten seputar dunia agrobisnis, informasi pengelolaan finansial, teknologi , kabar kandang dan bincang kandang dengan mitra peternak serta analisa bisnis peternakan.

Mari terus dukung peternak Indonesia dengan permodalan syariah bersama Kandang.in.

Meneladani cara Rasulullah SAW mengangkat derajat kaum fakir

By | Artikel | No Comments

Assalamualaikum Wr.Wb.,

Apa kabar kandangers?
Semoga kita senantiasa mendapat perlindungan dari Allah SWT. Amin.

Kali ini tim kandangin syiar akan berbagi sebuah kisah yang sangat inspiratif dan patut kita teladani dari Nabi Besar Muhammad SAW. Topik kali ini menceritakan tentang bagaimana cara Rasulullah mengangkat derajat kaum fakir. Isu ini sangat relevan dengan kondisi kita saat ini. Dimana kita lihat kesenjangan sosial banyak terjadi di lapisan masyarakat. Lalu kita sebagai, alhamdulillah yang diberi karunia rejeki lebih bagaimana cara kita mensikapi isu sosial tersebut?

Ternyata Rasulullah SAW telah memberikan contoh yang sangat efektif untuk kita tauladani.

Dalam suatu riwayat dikisahkan, Pada suatu siang Rasulullah mendapati seorang tamu laki-laki dari kalangan Anshar yang curhat kepada Rasulullah tentang kondisi ekonomi keluarganya. Orang tersebut memiliki istri dan anak, namun tidak memiliki penghasilan sama sekali. Dan dia datang ke Rasulullah untuk mengadukan kondisi yang dia alami tersebut.

Masyaallah, 
ternyata bukan sedekah atau bantuan yang langsung diberikan oleh Rasulullah kepada orang itu. Namun sebuah cara yang sangat mulia dalam mengangkat derajat kaum fakir tersebut.

Rasulullah SAW lalu bertanya kepada lelaki Anshar tersebut, “Ada sesuatu di rumahmu? ” (harta yang dimiliki)

Lelaki tersebut menjawab, “Ya ada, kami memiliki sehelai kain hilas yang sebagian kami gunakan sebagai pakaian dan alas (tikar) serta cangkir yang kami gunakan untuk minum. ”

Lalu Rasulullah memerintahkan lelaki tersebut untuk membawa harta yang dimiliki tersebut. “Ya, ambillah kedua barang tersebut”

Selanjutnya lelaki tersebut mengambil harta yang dimilikinya tersebut dan kembali ke kediaman Rasulullah.
Rasulullah mengambil barang tersebut lalu mengumumkannya di majlis yang saat itu sedang berkumpul. “Siapa yang sudi membeli barang milik lelaki ini?”

Seseorang di tengah majelis menjawab, “Saya mau membelinya 1 dirham ya Rasulullah”
Nabi diam sejenak, lalu menyerukan kembali untuk menawarkan siapa yang mau membeli dengan harga lebih tinggi. “Siapa mau membeli dengan harga lebih tinggi?” Beliau berseru sampai 3 kali untuk menawarkan barang tersebut di hadapan majelis.

Tak selang berapa lama, ada seorang yang mau menawar dengan harga yang lebih tinggi, “Saya mau membelinya dengan 2 dirham”

Akhirnya harta milik lelaki Anshar tersebut laku dengan harga 2 dirham.

Rasulullah lalu memanggil lelaki Anshar tersebut, “Gunakan 1 dirham dari uang ini untuk kebutuhan keluargamu. Dan 1 dirham yang lain untuk membeli kampak. Lalu berikan kampak itu kepadaku”. Selanjutnya lelaki anshar tersebut membeli kampak dan menyerahkan kepada Rasulullah.

Lalu Rasulullah mengambil kayu dan mengikatkan tali kepadanya. Serta menyerahkan kayu tersebut kepada Lelaki Anshar tersebut. “Belahlah kayu ini jadi kayu bakar dengan kapak itu, lalu juallah dan jangan menemuiku selama 15 hari”

Lelaki Anshar tersebut menerima perintah dan nasehat dari Rasulullah. Dia mengolah pemberian kayu dari Nabi Muhammad dan mengolahnya menjadi kayu. Kemudian menjualnya ke pasar. Dari penjualan kayu bakar tersebut dia mendapatkan 10 Dirham. 5 Dirhamnya dia berikan ke keluarganya untuk membeli pakaian dan makanan. 5 Dirham yang lain dia gunakan untuk membeli kayu untuk dijual kembali. Setelah 15 hari, lelaki Anshar tersebut mendatangi Rasulullah SAW dan menceritakan apa yang telah dia lakukan.

Lalu Rasulullah bersabda “Itu lebih baik bagimu daripada meminta-minta yang akan membuatmu malu pada hari kiamat”.

Kisah yang diriwayatkan oleh HR Abu Dawud diatas, adalah sebuah tauladan yang sangat luar biasa dari Nabi besar Muhammad SAW dalam berinteraksi dengan lapisan masyarakat terlemah. Beliau memberikan motivasi kepada kaum fakir untuk dapat terus berupaya walaupun dengan kondisi yang serba kekurangan. Selain itu beliau juga memberikan langkah dan solusi nyata bagi mereka untuk dapat meningkatkan derajat mereka. Masyaallah… 

Pelajaran dari Rasulullah dari kisah diatas dapat kita refleksikan sebagai enterpreneur. Bahwa dengan segala keterbatasan yang kita miliki, kita harus cerdas mencari jalan keluar untuk mendapatkan peluang untuk menyelesaikan masalah ekonomi yang kita hadapi.

Serta bagi kita yang memiliki kelebihan rejeki, Rasulullah memberi contoh konkret bagi kita yang ingin membantu masyarakat menengah kebawah. Bukanlah dengan memberi bantuan langsung,subsidi dan uang, tapi berikanlah mereka “kapak” agar mereka mampur berdaya dan mandiri. Serta dapat meningkatkan derajat mereka dengan kemampuan mereka sendiri.

Ini lah yang kita kenal dengan sociopreneurship. Bahwa kita berusaha bukan sekedar mencari keuntungan bagi diri sendiri, namun sebisa mungkin memberikan dampak yang luas bagi masyarakat untuk mensejahterakan masyarakat dengan memberikan kesempatan mereka untuk berusaha dan menjadi sukses serta meningkatkan harkat dan martabat hidupnya.

Semoga kita terus dapat mentauladani Rasulullah SAW dalam setiap sendi kehidupan kita. Amiin.

Insyallah bersama kandang.in kita akan menciptakan “kapak-kapak” bagi seluruh peternak skala kecil dan menengah di Indonesia. Agar keberadaan kita berarti bukan hanya untuk diri sendiri namun juga untuk Negeri.

Mari dukung peternak dengan permodalan syariah bersama kandang.in.

Akses pemesanan investasi yang berdampak sosial di
https://kandang.in/investment

Salam satu aksi, satu solusi untuk Negeri,

Tim Kandang.in Syiar